Man Jadda Wajada


MAN JADDA WAJADA!!!”

Kalimat ajaib berbahasa Arab ini bermakna ringkas tapi tegas:

”Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil”.

Kata mutiara sederhana yang sangat kuat yang terus menjadi kompas kehidupan para tokoh di novel ini.

Man jadda wajada adalah pesan utama sepanjang novel ini. Tentu Anda para pembaca punya pengalaman pribadi meraih sukses setelah bersungguh-sungguh dan  kerja keras. Sukses di sini dalam arti luas, bisa sebuah keberhasilan menang lomba 17-an, lulus ujian, dapat kerja, mendapat pasangan hidup, sukses karir, sampai sukses spritual.

Jika berkenan, silakan berbagi pengalaman man jadda wajada yang pernah Anda alami.

Kirimkan cerita pengalaman ini ke email This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it , atau bisa juga dengan mengisi form di bawah ini


Selamat berbagi dan bercerita.

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
noerzhabiah  - the best |2012-02-05 12:31:13
masyaallah
ini merupakan ispirasi besar dalam hidup ana
perjuangan santri yang hanya bermodalkan manjadda wa jada telah menghantarkan mereka k pintu impian mereka,semoga buku ini menjadi penyemangat bagi sluruh anak bangsa,khususnya ana yang meteskan air mata saat membaca nya. :(
rifal fernando  - alumni ma'had modern hasyimiyah |2012-02-01 19:06:46
:) sebagai pengalaman pribadi saya waktu dipondok modern.
sebelum saya masuk diponpes modern al-hasyimiyah cilegon banten, saya masuk ponpes darusalam lampung terlebih dahulu jadi saya masuk ke-hasyim sebagai santri pindahan jadi pengalaman yang saya alami ini banyak sekali suka dukanya dech
tapi dengan tekad yang bulat dengan diiringi man jada wa jada Alhamdulillah saya lulus juga dari pondok pesantren modern cabang gontor ini. segala macam bidang yang saya pelajari ketika saya masuk kehasyim ternyata gk ada apa-apanya dibanding santri di hasyim mereka semua sudah di level ilmu yang matang baik dalam bahasa arab, dan ilmu pondok modern lainnya serta dalam cabang keorganisasian dan seni, nah jadi saya sangat minder atau tidak pede(percaya diri) sekali ketika itu, maka dengan semua nasehat para asatidz dan asatizah saya tekun untuk menyamaratakan kemampuan saya dengan para santri yang ada di hasyimiyah pokoknya pengalam ini bener-bener berkesan disaya ketika saya dipondok, terkadang saya menangis dalam batin dalam mengatasi rasa minder ini lambat laun akhirnya hilang juga tuh mindernya karna setiap hari sudah bersama-sama menggali ilmu di hasyim yang waktu itu dari teman teman juga memberi semangat dan dukungannya dikala suka duka yang saya hadapi. mungkin ini saja pengalaman yang saya tulis kalaw dipaparin terus kayaknya gk cukup seharian deh di internet.
dery darna putri  - .......... |2012-01-30 09:09:30
saya sangat mengucapkan terima kasih untuk kak ahmad fuadi,yang memberi kesempatan saya yang tidak pernah belajar di pondok untuk ikut merasakan dan mengambil hikmah dari esensi buku ini.
jujur kalimat man jadda wa jada,menjadi pegangan hidup saya kin dalam menjalani berbagai rintangan hidup.
dan ilmu ikhlas yang tumbuh di PM sangat ingin saya terapkan dalam menjalani hidup ini...
dan semoga kalimat man jadda wa jada,menjadi pondasi yang kokoh untuk meraih cita - cita dalam hidup ini....
:)
dery darna putri  - .......... |2012-01-30 09:07:42
saya sangat mengucapkan terima kasih untuk kak ahmad fuadi,yang memberi kesempatan saya yang tidak pernah belajar di pondok untuk ikut merasakan dan mengambil hikmah dari esensi buku ini.
jujur kalimat man jadda wa jada,menjadi pegangan hidup saya kin dalam menjalani berbagai rintangan hidup.
dan ilmu ikhlas yang tumbuh di PM sangat ingin saya terapkan dalam menjalani hidup ini...
dan semoga kalimat man jadda wa jada,menjadi pondasi yang kokoh untuk meraih cita - cita dalam hidup ini....
:)
dery darna putri  - .......... |2012-01-30 09:05:07
saya sangat mengucapkan terima kasih untuk kak ahmad fuadi,yang memberi kesempatan saya yang tidak pernah belajar di pondok untuk ikut merasakan dan mengambil hikmah dari esensi buku ini.
jujur kalimat man jadda wa jada,menjadi pegangan hidup saya kin dalam menjalani berbagai rintangan hidup.
dan ilmu ikhlas yang tumbuh di PM sangat ingin saya terapkan dalam menjalani hidup ini...
dan semoga kalimat man jadda wa jada,menjadi pondasi yang kokoh untuk meraih cita - cita dalam hidup ini....
:)
ochie |2012-01-27 16:11:18
:kiss: sumpah keren bgd novel'a
bagus bgd wat pendorong motivasi
Melawati Hidayat |2012-01-18 21:04:57
:) bagi yang pernah nyantri pasti kalimat Man Jadda wa Jada sdh ga asing, dan selalu tertanam di hati , semangat !! :lol:
qhia_ache  - bagaikan belati dan cambuk |2012-01-10 09:24:31
semoga yang saya cita-citakan semuanya terrealisasikan...dan sabar dalam menapaki prosesnya...
:)
Sofi  - MAntabbb... |2012-01-09 10:51:23
:D Nice story
wildan taufiq abdul aziz  - ............ |2012-01-08 08:43:32
:D :dry: :woohoo: :0

kren buedhh novelnyaaa,,,,.....
dha sdih lucu cmpur aduk dah
...............
haliyah |2012-01-03 12:49:00
dahsyaaaaaaatttttttt.....jadi sumber inspirasiku dalam mendidik 2 buah hatiku.........Toooooppppppppp.......
Wisnu Aditia Nugroho  - the besssssssssssst |2012-01-02 07:24:12
sumpah gua bacanya ampe netesin air mata the best bangeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeet persahabatan juga mimpi.
fauzan  - BUku yg Inspiratif |2011-12-31 19:00:51
terutama pas cerita "RAHASIA BASO" sungguh menyentuh saya sampai terharu dan meneteskan air mata, sungguh luar biasa cita2 na yang ingin memuliakan kedua orang tua nya......

membuat saya ingin belajar membaca al'quran lagi, dan berbakti kepada Orang tua tunggal saya yaitu Ibu (Mama)ku tercinta......

juga menambah semangat saya untuk menyelesaikan studi S2 saya di USA kelak, entah kapan...tapi dengan semangat Man Jadda wa jada....insyaallah, semangat itu selalu ada.....
dendi  - karyawan |2011-12-21 10:36:41
:lol:
ana  - inspirasi |2011-12-15 13:21:08
assalamualaikum kakak ahmad fuadi
makasih ya kakak bukuy sangat membangkitkan semangat belajar ana.....Doain juga biar ana bisa kaya alif.....makasih kak.... :)
hasmar hussein  - assalamualaikum kk fuadi |2011-11-11 17:24:04
trims ya bg da mengeluarkan suatu karya yang fenomenal yang begitu sangat menginspirasi bagi semua orang akan suatu keberhasilan diberbagai penjuru diwilayah indonesia seperti saya yang berada di kota padangsidimpuan SUMUT.
makasih ya bang sebelumnya sy sedang membuat skripsi tentang novel bang untuk S1 saya di STAIN padangsidimpuan, dengan judul pengalaman-pengalaman pendidikan tokoh utama dalam novel negeri lima menara karya ahmad fuadi, mudah mudahan dengan penelitian saya itu nantinya novel negeri lima menara mudah-mudahan menjadi salah satu novel yang mempunyai penggemar terbanyak di seantero indonesia tercinta. amin
nelfi sm  - inspirasi |2011-11-07 11:44:00
assalamualaikum kk ahmad fuadi
bku kk sngat brguna bgi sya , dg ada nya bku n5m n r3w say tdk mau berleha leha lge untk bljr,jk sya sdh mulai mls untk bljr nq sllu mbca bku t , dn bku t sdh tamat bbrpa kli
doa kn y kk spya sya jg bsa berhsil spt alif wlaupn tamatn pondok
MAN JADDA WA JADDA
MAN SHBIRA ZHAFIRA
jimat yg paling ampuh :)
hari mulyono |2011-10-15 00:45:59
assalamualaikum,bat mas alif aq sangat kagum dgn adnya buku n5m,sukses trs mas
andini  - ingin punya gelar S1,Punya sekolah dan berbagi |2011-08-22 09:15:58
Sederhana barangkali cita2 ku saat kuputuskan utk meraihnya.Ingin lulus kuliah S1 karena tertunda oleh keadaan finansial saat masih muda, dan tertunda melanjutkan pula saat sudah bekerja. Sehingga setelah menjadi ibu rumahtangga keinginan kuat itu terus menggodaku untk mewujudkannya. Hingga ku tekadkan niat saat anak pertamaku berusia 4 tahun kuberanikan diri mengungkapkan keinginanku pada suami.Dan alhamdulillah suamiku mengizinkan bahkan mendukungku dengan semangat pula.berhubung sudah menjadi ibu rmhtgga maka kuputuskan mengambil kuliah yg bisa bermanfaat utk ku dalam mendidik anak. Pendidikan anak usia Dini. Jurusan itu kuambil di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Darul Qalam Jakarta. Simple ingin bisa memanfaatkan ilmunya secara sederhana utk keluargaku.

Namun ternyata bukan hal yang mudah bagiku menyelsaikan program belajar yg harus kuawali dari tahun pertama hingga 4,5 tahun. Mengingat program diploma yang pernah kupelajari sama sekali berbeda dengan ilmu pendidikan yang kuambil. Kesulitan datang dari berbagai cobaan yang sempat menerpaku ditengah perjalanan kuliah, diantaranya aku mengalami keguguran saat kehamilan kedua hingga aku sakit keras saat kehamilan ketiga. Dan berujung pada cobaan yang sangat dasyat memukulku adalah bayi yang kulahirkan mengalami sakit kelainan kantong empedu sehingga harus dirawat di NICU (Neonatal Intensife Care Unit) sejak saat dilahirkan hingga 19 hari kemudian. Hingga akhirnya hari ke 20 bayiku diizinkaan pulang,namun kebagahiaan sepertinya hanya sesaat kumiliki. Karena beberapa hari kemudian kembali bayiku masuk rumahsakit dan harus dilakukan tindakan operasi karena diagnosa kelainan kantong empedu yang mengakibatkan bilirubin direct dan indirectnya bertambah tinggi semakin hari. Tak terkira hancurnya perasaanku saat itu diantara kebingungan akan biaya yang begitu besar yang harus dikeluarkan atas vonis dokter yang menyatakan harus dilakukan transplantasi kantong empedu sekiranya anakku atresia billier. Dalam kebingungan dan kegamangan mengambil keputusan Allah memberikan limpahan rezeki dari beberapa rekan yang beringan hati memberikan pinjaman utk proses operasi anakku. Sehingga tindakan bedah mayor pun dilakukan dan alhamdulillah ia memiliki kantong empedu sehingga besar harapannya dapat pulih kembali tanpa harus tranplantasi KE.
Cobaan tak berhenti disitu ternyata Allah berkehendak lain atas kondisi anakku yang begitu gagah dan kuat. Hari ke 27 sehari usai operasi Kantong Empedu..Allah memanggilnya untuk selama-lamanya. Dan meninggalkan aku yang terpuruk nyaris hilang semangat dan kecewa.

Cobaan dan kekecewaan sempat melumpuhkan semangatku melakukan aktivitas apapun termasuk kuliah yang sudah masuk semester lima. Namun kekuatan tekad yang akhirnya membangkitkan utk bangun dan berdiri dengan lebih tegar bahkan mematok tekad serta semangat bahwa aku akan tetap menghidupkan anakku yang telah pergi dengan sebuah pengabdian dan dedikasi terhadap pendidikan.Hingga ku berbalik arah dan menetapkan diri ingin memiliki sekolah dan berkontribusi terhadap pendidikan anak usia dini agar bisa dimanfaatkan oleh banyak orang dari mampu ataupun tidak.
Kekuatan tekadku bulat sehingga selalu mencari tahu pola sekolah macam apa yang ingin kubuat untuk pengabdianku kedepan.Sehingga dalam setiap kesempatan browsing ku menemukan bentuk pola pendidikan yang bisa kujadikan kiblat dalam pembangun pola di sekolah yang ingin kubuat. Ya pola pendidikan holistik berbasis karakter yang diriset oleh Indonesia Heritage Foundation IHF menjadi acuanku.
Namun ternyata bukan hal mudah bagiku untuk bisa mendirikan sekolah karena keterbatasan biaya dan dukungan maka aku hanya bermodalkan dorongan kuat dari suami tercinta serta ucapan BISMILLAH yang menuntunkanku membentuk PAUD PoetPUTS CREATIVE KIds yang bernaung dalam yayasan Ihsan Salman Abdirahman (nama anakku almarhum). Dan kekuatan tekad terus mendorongku menuntun dan mencari tahu bagaimana bisa mendapatkan beasiswa dari IHF yang memiliki program luar biasa. Dan Allah menunjukkan jalanku atas semua upayaku :) dengan membuka jalan kemudahan dalam mendapatkan beasiswa belajar di IHF dan mendaatkan program bantuan kurikulum , buku cerita dan alat peraga pendidikan yang kudapatkan di tahun pertama paudku berdiri. Padahal utk mendapatkan bantuan itu bukanlah hal yang mudah karena sedemikian antrinya PAUD lain dan rata terletak di daerah minus serta luar jawa .sehingga membuatku sempat tak yakin akankah mendapat bantuan karena posisi PAUD ku di lingkungan komplek. NAmun mendengar doa dan melihat usahaku.. yang sering berulang kali mencari info ke pusat IHF, mencari tahu, bahkan rela merogoh kocek utk membeli buku2nya yang sangat inspiratif untuk pendidikan anak Indonesia.

Dan kini di tahun ketiga berdirinya PAUD yang kukelola, kami sedikit demi sedikit makin mantap menerapkan konsep pendidikan yang ramah otak dan membentuk holistik karakter yang didapat dari IHF dan akupun setelah mengalami jatuh bangun peristiwa akhirnya dapat menyelesaikan program S1 ku dan di wisuda pada hari pertama ramadhan ini. Subhanallah Puji Syukur tak terhingga kuucapkan sehingga menjadi kado bagi diriku sendiri. Dan pagi ini tanpa pernah kuduga sebelum baru saja kuterima telpon dari Diknas UPTD bahwa aku termasuk salah satu guru PAUD yang memperoleh insentif dari PEMDA Bekasi. Subhanallah....padahal tidak pernah hal itu kupikirkan atau teringinkan karena semata semua karena Allah kulakukan dan kujalankan demi menambah tabungan akheratku yang sudah terdeposito dengan nama IHSAN SALMAN ABDIRAHMAN. Namun kusyukuri tentunya mungkin ini adalah sekedar apresiasi dari manusia atas apa yang kulakukan.

Dan juga saat menemukan rubrik ini...aku tengah browsing dan mencari2 program S2 ke Luar Negeri yang sangat..sangat kuinginkan dan kuutarakan dan didukung juga oleh suamiku. Dan tentunya harapanku ini pun dapat terwujud dan bisa menjadi nyata. AMiin mohon doanya sekalian...karena aku percaya Man Jadda Wa Jadda bagi yang bersungguh sungguh maka akan berhasil..dan ketika mimpi dan harapan kita selalu kita upayakan untuk meraihnya maka Alam Semesta pun akan mendukung... Salam Semangat dan Salam Pembelajar..

Andini
Ibu dari seorang PUTRI
Pengelola PAUD Sosial POetPUTS Creative Kids
Pekerja Sosial Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia.
KEtua II HIMPAUDI Pondok Melati
Wagi Fatira Febriyani |2011-10-06 10:05:33
Assalamu alaikum Wr Wb
Senang sekali membaca kisah Mbak Andini. Kebetulan kita mempunyai beberapa kesamaan. Seorang ibu yang berniat menyelesaikan sekolah S1 nya yang tertunda karena faktor2 yang hampir sama juga. Saya berharap kita bisa saling berbagi cerita langsung. Barakallah
Wassalam......
Anonymous |2011-08-15 16:19:14
good
Nugroho Hasan Putra  - terima kasaih semangatnya. |2011-08-03 07:48:00
:cheer:
Assalamu Alaikum, awalnya saya membeli buku ini hanya untuk menghabiskan waktu selagi saya tugas lapang di bogor kala itu, entah mengapa kenapa saya memeilih buku ini. padahal saya bukan orang yang senang membaca buku.. apalagi novel. saat itu saya sedang berusaha menyelesaikan studi S1 saya yang telah 2 tahun terakhir terbengkalai. setelah membaca buku N5M dan mendapatkan mantra :"Man Jadda wa Jada" sepertinya ada kekuatan yang menyemangati saya untuk segera menyelesaikan studi saya itu dan alhamdulilah saya telah menyelesaikannnya.... terima kasih atas inspirasinya.... mantra ini juga saya gunakan dalam melakukan pekerjaan saya sehari-hari.... oh iya saya tunggu tunggu banget seri layar lebarnya... pasti lebih seru tuh ceritanya....

walaikum salam..
dedeleman  - Buku 1 Kapan ? |2011-07-26 08:05:43
Assalamu Alaikum.

Alhamdulillah setelah mengumpulkan kekuatan baru saya dapat membeli buku 5 menara edisi paling bontot. (Habis ikut kuis kick andy tidak pernah dapat, he he he). Setelah habis saya berburu lagi dengan ranah 3 warna dan alhamdulillah dapat yang edisi ke 2 itupun di salah satu Mall di Surabaya. Satu kesukuran semunya selesai kami baca secara bergiliran dirumah dan merekomendasikan kepada teman-teman yang kehilangan jati diri (he he he), dan yang terpenting kami menemukan sesuatu yang sudah lama terserak untuk kami himpun kembali. Itulah inti dari jimat yang disebut Berusaha, bersungguh-sungguh dan penuh dengan ke Ikhlasan. Semoga buku edisi ke 3 yang diberi title 1 di sampul ahir buku 3 warna dapat kami dapatkan (syukur kalau kick andy membagi kepada kami yang jauh dari pusat ibu kota). Salam dari kami buat komunitas 5 menara, sukses menyertai langkah kita, Amien. Fastabiqul Khaerat... Wassalam.
Fathia H.  - Sukron Ya Akhi, U've given me a good reason ! |2011-07-25 13:19:08
Assalamu'alaikum Wr.Wb,
Ternyata apa yang telah saya alami di kehiupan ini belum apa-apa dibandingkan dengan apa yang Anda tuliskan dibuku Negeri 5 Menara. Subhanallah .. Saya kembali bersemangat dalam mengejar cita-cita saya. Meskipun saya pernah terpuruk dalam kegagalan, tapi mantra sakti Man Jadda Wajada dapat membuat saya bangkit lagi. And now, It has been a good reason for me!! :)
nyayu mashita  - my comment |2011-07-18 21:29:02
Assalamu'alykum.........
Mr.Ahmad Fuadi,,ana suka sekali novel antum,,, bru kli ini ana bca novel yg penuh motivasi dan insvirasi.... subhanallah,,, smpk nangis2 ana bca tu novel... di tunggu tu karya selanjutnya..... man jadda wajada......... man shabara zhafira..... :) :) :) :) :)
istiqomah el-muchsin  - i like |2011-07-30 22:05:35
aslmk...
pk a.fuadi sy sngt sk dg novel bpk,,,,,
novel brikut-a kpn mncul nh,,,?
Anonymous |2011-07-09 10:08:18
:P <img src=ide:' title=':side:' class='postemoticon' /> :evil: i.dzoel@yahoo.com:angry::0:confused::cheer:B):evil:<img src=illy:' title=':silly:' class='postemoticon' />:dry::lol::kiss::D:pinch:
:(<img src=hock:' title=':shock:' class='postemoticon' />:X<img src=ide:' title=':side:' class='postemoticon' />:):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
jeihan.kler |2011-06-30 21:57:02
alhamdulillah saya suda merasakan pengalaman yg di alami bang fuad, sungguh ceritanya sangat mengispirasi, dan tentu saja bernostalgia, apalg saya seorang tamatan anak pesantren. kegiatan sehari2 di pondok madani mengingatkan kembali kepada saya sewaktu di ma'had dulu :)
jeihan.kler |2011-06-30 21:55:24
alhamdulillah saya suda merasakan pengalaman yg di alami bang fuad, sungguh ceritanya sangat mengispirasi, dan tentu saja bernostalgia, apalg saya seorang tamatan anak pesantren. kegiatan sehari2 di pondok madani mengingatkan kembali kepada saya sewaktu di ma'had dulu :)
jehan.kler |2011-06-30 21:54:28
alhamdulillah saya suda merasakan pengalaman yg di alami bang fuad, sungguh ceritanya sangat mengispirasi, dan tentu saja bernostalgia, apalg saya seorang tamatan anak pesantren. kegiatan sehari2 di pondok madani mengingatkan kembali kepada saya sewaktu di ma'had dulu :)
selvy |2011-06-27 19:00:43
assalamualaikum wrwb sukron udh membuat hidup sya menjadi lbih baeg ,,bku ini adlah bku trindah yg prnah sya bca,,,
chici  - Syukron sudah datang di kampus kami Politeknik Tel |2011-06-24 17:57:57
Assalamualaikum wrwb. syukron kak sudah datang memberikan motivasi yang luar biasa buat kami di kampus.

semoga kak selalu melahirkan karya2 baru ^_^. salam kami dari Politeknik Telkom
Anonymous |2011-06-23 22:21:13
k' ahmad fuadi,,thanks bwt kryax yg luar biasa "negeri 5 menara"..mski blm bca bku in, tp ad satu mantra/pribhasa dri buku in yg sngt mbekas d hti n pkirnq "man jadda wa jada"/brng siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akn brhsil..n in bkn hax pribhasa,,mlainkn sabda Rasulullah Muhammad SAW...Insya Allah bsa q trpkn dlm khidupnq shari2,,...
Gatot Indiarto  - Mantra Sakti, dan memang benar2 Sakti |2011-06-22 23:38:24
Assalamu'alaikum. wr. wb.
Buku Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna, sangat menakjubkan sekali. Isinya penuh dengan motivasi. Mantra Sakti Man Jadda Wajada dan Man Shabara Zhafira, dapat menenangkan jiwa dan pikiran di kala menyelesaikan suatu masalah.
Sip Banget!!

Wassalam.
Nurmila Sari-Ai  - Semangatnya Menular |2011-06-19 09:40:40
Dear k A.Fuadi..
Assallamuaikum wr.wb..

Terima kasih atas karyanya yang sangat luar biasa. Semoga saya bisa terus memiliki semangat belajar yang di bawa oleh buku ini. Sebagai bentuk apresiasi dan ungkapan bangga saya terhadap karya kk maka saya telah membuat tulisan dengan semangat man jadda wa jadda ini disini http://nurmilasari21.wordpress.com/2011/06/17/belajar-dan-mengangkat-beban/#more-458
klo tidak keberatan mohon masukannya ya kak..boleh dikirimkan ke email saya nurmilasari@gmail.com

Wassalam
Ai |2011-06-24 11:57:10
....
Mega  - respon saya |2011-06-18 14:16:24
novel ini, khususnya kata "Man Jadda Wajada" membuat motivasi saya semakin besar n amat besar u/ meraih cita2 tu. Sukses slalu u/ team negri 5 menara! :cheer:
Mega  - respon saya |2011-06-18 14:13:03
novel ini, khususnya kata "Man Jadda Wajada" membuat motivasi saya semakin besar n amat besar u/ meraih cita2 tu. Sukses slalu u/ team negri 5 menara! :cheer:
Maria Ulfah  - I Believe I can |2011-06-17 20:09:33
:(
hemm. setelah membaca novel Negeri 5 Menara. sungguh menakjubkan.
saya telah membuktikkannya...
kemarin itu atasan saya menyuruh saya untuk mengurus beasiswa di sbuah instansi pemerinth, katanya lumayan itung2 saya ank org ga punya. tp pada hari itu juga jam 12 siag adalah batas terakhir penggumpulan data usulan, padahal saya baru tau info nya jam 10 pagi,,, Ya Allah saya hampir saja menyerah dengan waktu yg semakin menipis, tapi dalam hati saya tanamkan dlm dri saya tdk boleh menyerah tanpa berjuang. dapat atau tidak yang penting usaha. akhirya dalam waktu yg hnya kurang 1 jam penutupan. saya berhasil mejadi peserta pengajuan beasiswa, Alhamdulillah... mulai hr itu saya mengerti, bhwa Allah selalu bersama orang2 yg berikhtiar.
eka |2011-06-14 15:24:11
kak bku.nya bguz banget
aku terinspirasi ma buku negeri5menara
aku pengen dapet beasiswa juga kayak kakak
moga aku bisa ya kak dpet beasiswa juga :D
tara  - subhanallah |2011-06-12 13:15:10
assalamualaikum kak..

senang bisa membaca bukunegeri 5 menara dan ranah 3 warna..
memberi saya banyak pelajaran untuk tetap semangat dan bersabar..
padahal awalnya saya hampir menyerah dengan semua yang terjadi pada saya saat itu..
namun sekarang..
saya sudah berhenti menangis dan trus berusaha dan berdoa..
terimakasih untuk buku yang hebat, melahirkan jiwa-jiwa yang lebih kuat..
:D
tara  - subhanallah |2011-06-12 13:13:35
assalamualaikum kak..

senang bisa membaca bukunegeri 5 menara dan ranah 3 warna..
memberi saya banyak pelajaran untuk tetap semangat dan bersabar..
padahal awalnya saya hampir menyerah dengan semua yang terjadi pada saya saat itu..
namun sekarang..
saya sudah berhenti menangis dan trus berusaha dan berdoa..
terimakasih untuk buku yang hebat, melahirkan jiwa-jiwa yang lebih kuat..
:D
ridwan supriadi  - pmg |2011-06-10 07:28:06
teringat saat di mana saya baru pertama kali mendengar man jadda wa jada yang saya pelajari di pondok kelas 1 intensif memberikan saya semangat hidup dalam belajar dan memotififasi saya dalam menjalani kehidupan yang tergerus oleh zaman terimakasih untuk alumni yang telah membuat novel negeri 5 menara ini saya sangat terharu sekali mengenang masa lalu di pondok dengan membaca novel ini
Umar M. Haqi  - Terima Kasih |2011-06-09 17:33:07
Waahhhh.... :woohoo:
Saya senang sekali membaca buku ini. Selain membakar semangat saya, juga menginspirasi saya yang akan masuk ke pondok pesantren di kuningan. Sukses selalu ya untuk Om Fuadi...... :cheer:
fahmi fatkhomi  - mantra ajaib |2011-06-06 01:16:01
Assalamualikum, sahabat menara
saya seorang mahasiswa dan guru, ingin berbagi cerita yang mungkin dapat bermanfaat...

saya kagum dengan novel 5 menara ini, hingga ingin selalu berulang membacanya... ada beberapa kisah yang saya rasakan juga, hidup merantau di kota orang, dengan semangat menuntut ilmu sebanyak-banyaknya.

pernah saya praktikan mantara "man jadda wajada" sungguh luar biasa hasilnya, dengan keyakina kuat dan niat yang teguh, maka tujuan kita dapat tercapai tentunya dengan ridhoNya. terimaksih bang Alif atas pengalaman-pengalaman berharga anda dengan sahabat menara, yang membuat saya semakin yakin semua mimpi dapat terwujud asalkan kita bersungguh-sungguh.

:)
Lieska Sukmawati |2011-05-30 10:20:43
ingin selalu semangatttttttttt
fachri setiawan  - (student islamic) santri |2011-05-27 19:02:46
novel bang fuadi ini mirip sekali dengan kegiatan saya di pondok pesantren ummul quro,karena novel ini saya terinspirasi dengan motivasi untuk belajar dan belajar,
dengan kalimat man jadda wa jadda,saya terus berusaha untuk menjadi yang terbaik bagi diri saya,
bang fuadi kapan filmnya bisa di tayangkan,
terima kasih B)
fachri setiawan  - (student islamic) santri |2011-05-27 19:01:42
novel bang fuadi ini mirip sekali dengan kegiatan saya di pondok pesantren ummul quro,karena novel ini saya terinspirasi dengan motivasi untuk belajar dan belajar,
dengan kalimat man jadda wa jadda,saya terus berusaha untuk menjadi yang terbaik bagi diri saya,
bang fuadi kapan filmnya bisa di tayangkan,
terima kasih
jordan  - MANTAP, LUAR BIASA |2011-05-22 20:00:32
Saya sangat remotivasi usai membaca novel bang fuadi, satu kata INSPIRING, kombinasi antara motivasi, etos kerja, ibadah serta keihlasan dibumbui persahabatan serta romantisme yang cantik, luar biasa. Tulisan anda jadi penyemangat saya untuk lebih memberi yang terbaik dihidup saya, trimakasih
Rina Susanti  - Apa yang dijanjikan Allah tidak pernah meleset |2011-05-09 14:43:26
Saya salah satu orang yang benar-benar mengaplikasikan filosofi kehidupan beragama, untuk membuktikan janji Allah saya melakukan apa saja yang Allah perintahkan dan orang tua saya selalu menasihatkan kehidupan saya berdasarkan ayat-ayat dalam AlQuran tetapi sayangnya saya lupa dalam surat dan ayat berapa seperti misalnya :
1. sesungguhnya manusia diciptakan dari golongan yang bersusah payah hal ini selalu terngiang-ngiang dikepala bahwasannya untuk meraih sukses kita harus bersusah payah, dan tidak ada pekerjaan yang enak menurut kita sehingga jadilah kita memiliki sifat ikhlas menerima kesusahpayahan dalam hidup ini.
2. Dalam beberapa ayat selalu diakhiri terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir. kenapa Allah selalu membuat kalimat tersebut di akhir ayat , Allah menginginkan kita untuk selalu berfikir dalam bertindak tidak hanya mengikuti hawa nafsu dan beroleh ilmu atas segala kejadian yang terjadi di muka bumi ini.
3. Hadits belajar sampai ke negeri China
4. Bersungguh-sungguh agar kamu berhasil meningkatkan opportunity keberuntungan ialah dengan bersunggu-sungguh
5. Berbuat kebaikan akan berbuah kebaikan
6. memberi maka akan diganti berkali kali lipat.

semua yang dinashatkan ayah dan Ibu saya sudah saya lakukan dan ternyata janji Allah itu benar semua menjadi kenyataan.
purbasari  - great story |2011-04-21 18:17:50
:cheer: sebuah kisah inspiratif..jadi pengen dapet beasiswa ke luar negeri :woohoo:
Dewi Mustika  - "mahfuzot" |2011-04-18 22:21:24
:woohoo: penngen banget punya pengalaman kayak bang Alif (bang Fuadi) . pengalaman di bukit tinggi, padang waktu field trip di sekolah kurang puas, apalagi di pasar ateh nya ;)

inspirasi ingin jadi penulis, selalu berusaha sungguh2, belajar hidup mandiri, hingga bisa membiayai ortu itu HEBAT !!
kapan bukunya yang ke-3 keluar ? terus, filmnya kapan bang ?
yuningsih maulana  - inspiratif.. |2011-04-18 09:14:11
Stelah membaca buku negeri 5 menara pandangan saya terhadap pesantren beserta penghuni di dalamnya berubah...
bahkan saya jadi penasaran ingin memcoba kehidupan pesantren di dalamnya.
Nadya  - Man Jadda Wajada |2011-04-15 21:08:29
aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah!! bukunya bagus banget!!! itu buku ngerunah pandangan hidup saya. kisahnya nyentuh bngt. aku ngefans bngt sam aalif fikri nya :)
aida  - keren |2011-04-14 15:37:01
mbaca yang N5M terletup semangatku apa lagi mbaca yang ranah 3 warna . masih bab awal aja uda nanagis gt :( keren bgt !!
sukses deh buat smuanya !! .. :cheer:
suci ramadhani  - salam knal untuk smuanya.... |2011-04-01 12:33:12
salam knal untuk sluruh nusantara... :)

Melihat cover N5M saja,, saya sudah tertarik dan penasaran dgan isi nya,,, SUBHAHNALLAH... kata2 "Man Jadda wa Jadda" sgat ampuh dan mrupakan sebuah kunci kberhasilan,,,

berkat mmbaca novel N5M,, smangat saya untuk mnjadi lbih baik muncul lagi,,, trima kasih uda yng tlah brbagi pgalamnnya kpada orang yng mndapat hidayah untuk mmbacanya... :lol:

saya ingin sesukses uda dlam mnggapai impian saya..
smoga ALLAH SWT slalu mmberikan kesehatan n hidayah menuju sukses untuk kita semua... AMIIIN YA RABBAL'ALAMIIN... :)
gaz  - alumni GONTOR |2011-03-31 16:59:46
selamat atas ilmunya
ruf  - action |2011-03-31 16:57:18
:woohoo: saya sangat senang bisa membaca ranah 3 warna, aku sangat suka sekaligus kagum.
muhammad ghazali ma'ruf  - sabar |2011-03-31 16:52:47
:) kehidupan jika dijalani dengan mudah akan mudah, tak usah buat beban apalagi dibuat masalah. Allah bersama dengan orang sabar
Palupi  - Optimis Bisaa!! |2011-03-31 09:29:30
8 bulan yang lalu saya memutuskan untuk ikut serta dengan hampir 100rb orang, mengikuti seleksi penerimaan disebuah instansi pemerintah. Awalnya saya hanya iseng walopun keinginan itu juga ada, tetapi saya pikir dengan saingan yang begitu banyak apa mungkin saya bisa lolos. Selain iseng keikutsertaan saya juga karena "paksaan" dari orang tua. Saat mengikuti tes tahap pertama yang ada hanya diterima Alhamdulilah, nggak diterima ya sudahlah. Sebelum hari H pengumuman, saya membaca buku Negeri 5 Menara yang didalamnya terdapat mantra Man Jadda Wa Jadda. Dan saya berfikir, kenapa saya tidak yakin bisa lolos, tidak ada yang tidak mungkin jika Alloh SWT ridho dan sekali lagi Man Jadda Wa Jadda "siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil". Mulai saat itu mantra itu terpampang dengan jelas di kamar saya, Insya Alloh saya BISA. Dan nama saya pun tertulis sebagai peserta lolos seleksi tahap 1, dengan penuh keyakinan dan sungguh-sungguh berusaha saya mampu menyelesaikan tahap demi tahap dengan baik. Akhirnya disinilah sekarang saya berada, di sebuah tempat yang dulu dianggap mustahil.
Syaiful Azman  - Langsung ke langkah ke empat |2011-03-22 15:03:06
Setelah paham dengan membaca novel Negeri 5 Menara, maka kesimpulannya : Siapa Tafakur akan Memahami, dan akhirnya buku ini bagian dari referensi saya untuk mewujudkan cita cita saya untuk putra sulung saya (Fu'adi Asza Mubaraq) seperti cita citanya "AMAK" ALIEF FIKRI
Ahmad Basri  - College student |2011-03-26 19:38:14
:evil:
saya terinspirasi dengan kata-kata ini, jujur bru kali ini saya mendengar kata man jadda wajada. saya mendapat kata ini dari teman saya, tapi saya tidak mengerti sehiingga saya memutuskan untuk cari diinternet. saya percaya dengan kata-kata seperti ni. trma kasih ya atas infonya
Nurul Fatmawati  - Bekerja dulu baru kuliah |2011-03-19 23:48:18
man jadda wajada memang benar adanya. saya jadi teringat pada saat lulus SMK. waktu itu saya ingin sekali melanjutkan kuliah, padahal ketika melanjutkan ke sekolah menengah saya berharap bisa langsung kerja, oleh karena itu saya memilih untuk masuk SMK bukan SMA. tapi ketika pada detik-detik kelulusan saya malah ingin kuliah. keinginan itu ditanggapi agak ragu oleh orang tua karena masalah biaya kuliah yang dibayangkan tidak sedikit. tapi saya tetap ngotot ingin kuliah dengan catatan kuliah di perguruan tinggi negeri supaya biayanya tidak terlalu besar. tapi rupanya Allah belum menghendaki saya kuliah pada tahun itu, saya tidak lulus SPMB dan juga tidak lulus ujian masuk Politeknik negeri. saya sedih tapi mau bagaimana lagi, saya sabar saja dg apa yang terjadi.
karena belum bisa melanjutkan kuliah saya mengisi waktu dengan kursus, waktu itu kursus menjahit. tapi mungkin saya yang kurang telaten jadinya ilmu itu belum bisa saya amalkan dengan sepenuhnya hehe... selepas kursus saya diberitahu ada lowongan kerja di luar kota. saya mencobanya dan alhamdulillah diterima meskipun cuma menggantikan pegawai lain yang cuti melahirkan selama 4 bulan. setelah kontrak selesai saya melamar kerja di tempat lain di kota tempat saya tinggal, dan alhamdulillah diterima. selama 6 bulan saya bekerja di pabrik permen sebagai QC analisa. selama bekerja itu keinginan saya untuk kuliah semakin kuat. karena pada tahun itu adalah kesempatan terakhir saya untuk bisa ikut ujian SPMB akhirnya saya memutuskan untuk mengikuti program intensif persiapan SPMB di salah satu lembaga bimbingn belajar. waktu bimbingn itu saya atur sesuai jadwal kerja saya. yang terasa berat dan membutuhhkan kesabaran adalah apabila masuk kerja pukul 8 pagi pulang jam 4 sore, kemudian bimbingn jam 6 sore dan baru bisa sampai di rumah lagi jam setengah 9 malam. ada sela 2 jam antara kerja dan bimbingn. waktu itu saya habiskan di masjid, sambil sholat ashar, maghrib, dan belajar tentunya. jadi praktis waktu untuk bertemu dengan ibu hanya di malam hari sebelum tidur karena ketika bangun pagi ibu sudah berangkat ke pasar untuk jualan. ada cerita lucu yg selalu saya ingat sampai sekarang. waktu itu sedang di masjid sepulang bekerja. saya memakai sepatu yang baru beberapa hari saya beli. bukan sepatu mahal karena saya membelinya dengan harga cuma Rp. 20.000. tapi saya heran sendiri kok ya ada yang mau dengan sepatu itu, dengan kata lain kok ya ada yang masih tega mencurinya hehehe.... kalau dipikir-pikir saya kasihan juga dengan yang mencuri karena kalaupun mau dijual harganya pasti juga tak seberapa. tapi ya sudahlah saya anggap sodaqoh saja. karena sepatu saya sudah hilang saya kebingungan karena sebentar lagi harus ke tempat bimbingn belajar. nggak lucu juga kalau saya berangkat tanpa alas kaki. akhirnya saya mencari toko yang mungkin menjual sandal, dan alhamdulillah di dekat masjid ada toko yang menjualnya, tapi yang ada hanya sandal jepit biasa. apa mau dikata saya harus bersedia memakai sandal itu untuk pergi ke tempat bimbingn hehehe....
ujian SPMB saya lalui dengan cukup tegang karena teringat kegagalan sebelumnya. dan tepat seminggu sebelum pengumuman hasil SPMB saya malah dapat tawaran pekerjaan di tempat saya bekerja dulu. saya berkonsultasi dengan guru ngaji dan beliau menyarankan untuk meluruskan niat. tapi saya tetap datang pada saat wawancara kerja yang saya lalui dengan santai. tapi ketika disodori kontrak kerja saya kembali berpikir, saya hanya membalik-balik kontrak kerja itu. mungkin staf HRD yang mewawancarai melihat kegelisahan saya. dia bertanya apa saya sudah mengerti isi kontrak kerja itu. saya jawab mengerti tapi kemudian dengan terus terang saya menjelaskan permasalahan yang sedang saya pikirkan. dan dengan memberanikan diri saya berkata kalau misalnya saya tidak lulus SPMB dengan senang hati saya akan bekerja di perusahaan itu, tapi kalau ternyata saya lulus SPMB saya mohon maaf kalau tidak bisa bergabung dengan perusahaan.
Usaha dan niat yang kuat selalu membuahkan hasil. Alhamdulillah pada kesempatan terakhir mengikuti ujian SPMB, saya lulus dan masuk di perguruan tinggi negeri seperti yang saya inginkan. :)
ulfi dainita  - pertanyaan penthing.... |2011-03-15 21:09:47
:?: bang, kapan nih novel di film.in? dah g sabar pengin liat nih.....
cuman bisa bayangin doanx.., :(
moga2 bs cpt di film.in ea..,
ilelsor  - SE. Ak |2011-03-14 12:05:39
Sebelum membaca N5M ini saya rasa isinya hanya seperti novel-novel biasa, standar2 aja. tetapi setelah membacanya, walau baru beberapa Bab, saya sudah merasakan novel ini bagus sekali. Kata2nya, dan semangat juang para pelajar (enam orang) sungguh tidak tertandingkan. Saya sendiri merasa pengen mengulangi kembali masa2 lalu, untuk ikut berjuang bersama pelajar2 di Pondok Pesantren. Begitu banyak manfaatnya terutama disiplin yang diajarkan. Di sana mereka begitu menghargai disiplin, berbeda sekali dengan anak2 muda jaman sekarang. sy berharap banyak anak2 muda yang membaca buku ini, kemudian menyadari bahwa dalam bertindak dan bersikap mereka harus tau adat istiadatnya. begitu banyak ilmu yang diajarkan di novel ini, semangatnya, disiplinnya dan tatakrama, baik terhadap orang tua, guru, bahkan dengan teman sepergaulan...

Insyaallah nanti saya akan memasukkan anak saya ke Pesantren, seperti Gontor tempat Uda Fuadi belajar. Makasih Uda, uda telah menambah daftar orang minang yang pandai dan pintar. Oh ya... semoga cepat difilmkan ..:lol:
Rachmat  - Man Jadda Wajada |2011-03-09 15:06:08
bener-bener terinspirasi dengan novelnya...
salam kenal
Rachmat  - Man Jadda Wajada |2011-03-09 14:58:03
bener-bener terinspirasi dengan novelnya...
salam kenal
JQ  - ?? ?? ? ?? |2011-03-05 00:22:23
Ana dulu pernah bermimpi bisa belajar di suatu tempat yang ana idam-idamkan. Di tempat itu ana bisa belajar banyak pengetahuan agama terutama bahasa arab.Mimpi ana terwujud. tapi sempat hampir berhenti ketika baru beberapa bulan masuk belajar.hal ini dikarenakan kondisi ekonomi yang ga memungkinkan buat nerusin. Akhirnya dengan niat ikhlas belajar karena ALLAH, ana puter otak cari cara supaya bisa terus belajar. Tanpa rasa malu apa lagi gengsi ana mulai berdagang sambil belajar ditempat ana belajar. Apa aja ana dagangin yang penting menguntungkan. Dan keuntungan dari berdagang bisa ana pake buat bayar bulanan dan juga ongkos pulang pergi ke tempat ana belajar Agama.
Ternyata manta MAN JADDA WA JADA benar-benar Allah tunjukkan hasilnya.Memang Allah tidak akan menyia-nyiakan usaha hamba-Nya.
lhaiesa el_ qhirienadha  - mann shobaro dhofiraa |2011-03-04 23:34:15
:X bagues bageudh jlhan ceritanha dari man jadda wa jada nha ntuhh.. smpai ke agen 007 ntuh udh ... krendhh buageudhh dakahh






negeri 5 mebara debezt..
ryesha  - baguz bageudh |2011-03-04 23:28:25
:idea: khu mzieh biengung gmnha jlhand cerietanha.. nekhh
me  - man jadda wajada dan man shabara shafira |2011-02-22 18:48:45
ternyata memang benar kata uda fuadi, man jadda wajada tidak bisa semata-mata berdiri sendiri, tetap harus ada kesabaran, kesabaran yang proaktif dalam memperjuangkan sesuatu.

saya baru saja dapat kabar kalau saya sudah diterima di salah satu program s2 di eropa, tapi untuk beasiswanya saya belum dapat,kalau mau biaya sendiri atau cari alternative funding heu, rasanya kayak patah hati ya :s
sekarang harus belajar menerima, tetap berusaha dan optimis dengan apa rencana Allah, bismillah
Haning Khoirunisa  - Melebihkan usaha dan Luruskan Niat |2011-02-14 00:19:36
Di kampus, alhamdulillah saya diberi lingkungan yg sangat kompetitif. Saya berteman dg teman-teman yg akademis dan organisatoris, termasuk kos-kosan saya yg dihuni oleh petinggi-petinggi macam ketua senat mahasiswa dan kakom KAMMI.
Pada masa-masa awal kuliah, saya dan 8 teman seangkatan yg tinggal di kos yg sama memulai proses upgrading diri. Mulai dari mengikuti berbagai macam training motivasi, pengembangan diri, hingga manajemen organisasi. Proses kaderisasi oleh senior-senior yg sudah lebih dulu sukses terus berjalan selama 24 jam kami di kos-kosan. Model kos-kosan kami berbeda. Kami mengontrak sebuah rumah yg memiliki kapasitas 12 orang, dan di dalamnya terdapat pendidikan keagamaan yg kental. Kami terus ditempa untuk menjadi mahasiswa yg idealis, aktif, kritis, dan tentu saja religius. Hanya berselang 2 bulan, dalam acara LKMM Pra Dasar (Latihan Keterampilan dan Manajemen Mahasiswa)kampus saya, ada 2 teman satu kos saya yg berhasil sukses meraih prestasi menjadi peserta terbaik acara tersebut. Kemudian di beberapa acara lain, teman satu kos saya yg lain pun meorehkan kesuksesan mereka di setiap acara kampus yg berbeda. Sedang saya masih stagnan di tempat, tak mampu memproses diri dg kecepatan yg sama dg teman-teman lain.
Awalnya saya menjadi minder, namun setelahnya justru mampu membuat lecutan bagi diri saya untuk berusaha lebih keras, berpikir lebih cerdas dan luas. Hingga akhirnya, diadakan lagi sebuah acara yg terbilang cukup prestisius di kampus saya, LKMM Dasar yg juga tingkat lanjutan dari LKMM Pra Dasar. Di awal acara 2 hari 1 malam itu, saya betul-betul berusaha keras untuk meluruskan niat. Bahwa saya mengikuti acara ini bukan untuk mencari gelar 'peserta terbaik', tapi untuk mendapatkan ilmu serta mengasah kemampuan public speaking dan keberanian untuk mengutarakan pendapat yg kritis. Selanjutnya saya jalani acara itu dg hati ringan dan penuh semangat. Setiap ada kesempatan untuk bertanya seputar materi yg sedang disampaikan, saya selalu mengacungkan tangan tinggi-tinggi, hanya bermodal rasa penasaran dan nekad berbicara. Namun setelah sekali saya berhasil mengemukakan apa yg ada di pikiran saya, selanjutnya saya menjadi terbiasa berbicara di depan umum. Pada materi di malam hari, setelah lelah mengikuti acara dari pagi hingga malam, teman-teman peserta lain mulai banyak yg terserang rasa kantuk. Namun disinilah saya mengaplikasikan mantra 'man jadda wajada', yaitu menjadi satu-satunya penanya materi dan penjawab atas pertanyaan yg diajukan pembicara, 'melebihkan usaha diatas rata-rata'. Hingga tanpa saya sadari, semangat saya yg tinggi ternyata melumpuhkan rasa sakit yg menhinggapi tubuh saya. Saya ambruk pada sesi penutupan acara tersebut. Sambil memaksakan tubuh yg lemas untuk tetap berada di ruangan acara tersebut, saya hanya bisa diam mengistirahatkan pita suara saya yg serak, menunggu penutupan acara disaat teman lain sibuk bercerita seputar pengalaman-pengalaman yg mereka dapatkan dalam acara ini.
Dan akhirnya di penghujung acara penutupan itu, ketua panitia mengumumkan peserta terbaik. Saya tersentak kaget melihat teman-teman satu ruangan mengarahkan mukanya ke hadapan saya disertai tepuk tangan yg membahana. Saya masih belum sadar sepenuhnya hingga teman sebelah saya mengatakan, "Selamat ya, peserta terbaik dipanggil maju tuh.." Eh??! Saya menjadi peserta terbaik?? Dengan raut wajah tak percaya dan bingung, saya ucapkan alhamdulillah berkali-kali di dalam hati, smabil menarik tubuh yg masih lemas ke depan ruangan untuk menerima sebuah Lencana Kader Terbaik.
Sungguh saya baru merasakan, ketika niat itu sudah lurus, kemudian berusaha dg sungguh-sungguh, dan tawakal tanpa mengharap apa-apa selain ilmu yg didapat, maka Allah memberikan bonus berupa surprise itu... :cheer:
Semangat meningkatkan kualitas diri, kawan! :)
yanti  - bagus!! |2011-05-02 15:25:46
:lol:
alia  - jng pernah takut bermimpi... |2011-02-13 12:50:10
assalamualaikum...
saya lahir dan besar di keluarga yang ekonominya sangat2 pas2 an dan jumlah saudara yang sangat banyak.. ditengah kondisi yang serba sulit ... saya swktu kecil punya mimpi yang cukup membuat orang lain atau tetangga menertawakan mimpi saya... waktu itu mimpi saya .. saya ingin bersekolah tinggi...sepanajang sejarah keluarga saya.. tidak pernah ada yang bahkan lulus dari sekolah menengah atas... sewaktu sekolah dasar alahamdulilah dari kelas 1 sd kelas 6 sd saya selalu rangking pertama.. dan saya dpt bea siswa untk melanjutkan di sekolah negri favorit di kota saya..namun kondisi ornag tua yg kurang paham penting nya pendidikan tdk mundukung saya ..akhirnya saya tdk melanjutkan pendidikan saya pada saat itu.. tp mimpi saya belum pudar.. tiap hari saya doa minta di bukakan jalan..tp kenyataan hidup pada saat itu mengharuskan saya yang masih usia anak2 untuk bekrja sebagai pembantu rmh tangga dng gaji 15 rb perbulan.. uang itu saya kumpulkan dan saya tdk putus harapan..saya mencari informasi samapi akhirnya saya ikut sekolah persamaan smp secara diam2 karna takut di marahi kalo ketahuan..saya lulus alhamdulilah tp lum bisa langsung melanjutkan ke jenjang berikutnya.. saya mencoba melamar bekerja di toko2 dng ijazah smp yg saya punya..akhrinya saya di terima bkrj di toko roti sbgi pelayan..dari situ saya kumpulkan uang lagi samapi singkat cerita saya bisa melanjutkan sekolah sma dan bahkan meneruskan kuliah... dan hal yg peling membanggakan dlm hidup adalah ketika hari saya di wisuda.. karan pada saat itulah pertama kali saya melihat kedua orang tua saya bangga pada saya dan perjuangan saya...mendobrak anggapan orang yang selalu menghina keluarga kami tdk mungkin bisa bersekolah tinggi.. sekarang saya bekerja sesuai dengan mimpi dan cita - cita saya ketika semasa SD.. yaitu menjadi guru TK.. dan mengajar les rpivat jg.. saya ingat dulu sewaktu di SD di panggil ke depan kelas di suruh bercerita tentang cita2 di masa depan .. saya katakan pada saat itu saya ingin jadi guru TK.. alasan pada saat itu si karan saya tdk pernah merasakan masuk sekolah Tk..hehehe skrng saya bahagia bersyukur mimpi saya terwujud.. jd jng pernah taku bermimpi karna sungguh Allah maha mendengar... :cheer:
Rang Mudo Bukik  - Alhamdulillah |2011-02-11 14:53:43
Senangnya tak terkira,setelah menyelesaikan bacaan N5M,R3W.
eh malah ketemu langsung dgn Uda A.Fuadi di padang...
keelokan bahasa sang penulis,memang terlahir dari seorang figur yang bersahaja,salam kenal uda!

Mudah2an memang bisa jadi pembangkit semangat generasi muda minang dalam berkarya dan "mambangkik batang tarandam"generasi penulis muda ranah Minang!
Rang Mudo Bukik  - Alhamdulillah |2011-02-11 14:47:16
Senangnya tak terkira,setelah menyelesaikan bacaan N5M,R3W.
eh malah ketemu langsung dgn Uda A.Fuadi di padang...
keelokan bahasa sang penulis,memang terlahir dari seorang figur yang bersahaja,salam kenal uda!

Mudah2an memang bisa jadi pembangkit semangat generasi muda minang dalam berkarya dan "mambangkik batang tarandam"generasi penulis muda ranah Minang!
Rang Mudo Bukik  - Alhamdulillah |2011-02-11 14:40:43
Senangnya tak terkira,setelah menyelesaikan bacaan N5M,R3W.
eh malah ketemu langsung dgn Uda A.Fuadi di padang...
keelokan bahasa sang penulis,memang terlahir dari seorang figur yang bersahaja,salam kenal uda!

Mudah2an memang bisa jadi pembangkit semangat generasi muda minang dalam berkarya dan "mambangkik batang tarandam"generasi penulis muda ranah Minang!
Rang Mudo Bukik  - Alhamdulillah |2011-02-11 14:35:40
Senangnya tak terkira,setelah menyelesaikan bacaan N5M,R3W.
eh malah ketemu langsung dgn Uda A.Fuadi di padang...
keelokan bahasa sang penulis,memang terlahir dari seorang figur yang bersahaja,salam kenal uda!

Mudah2an memang bisa jadi pembangkit semangat generasi muda minang dalam berkarya dan "mambangkik batang tarandam"generasi penulis muda ranah Minang!
ghiyats  - new inspiration |2011-02-02 15:15:01
Subhaanallah...
Sebelumnya sy ucapkan Jazakallah khairan katsiran
Walaupun sy br baca sampai halaman 15, tp suara hati ini menuntut utk terus membacanya sampai tamat.

Smoga pembaca lain selain mndpt motivasi jg dpt inspirasi utk hijrah dr home town...to be better...insya Allah


Julia  - Subhannallah |2011-02-01 22:04:42
Assalamualaikum Wr Wb

Salam sahabat semua senusantara .... Alhamdulillah sungguh Luar Biasa saya dapat bergabung di Komunitas ini :D semoga Komunitas Menara tetap Berjaya dan di Rahmati ALLAH

Good Luck :D

Man Jadda Wajada
Qurratul A'yunin  - Luar biasa.... |2011-01-20 09:49:41
Luar biasa...
setiap hari merupakan hari-hari yang harus dilewati dengan penuh kesungguhan, pembuktian diri dan kewajiban sebagai pribadi yang mesti harus dilakukan.
Luar biasanya ketika aku menikmati setiap aktivitasku, seolah-olah hari-hariku penuh dengan kejutan yang bahkan aku sulit untuk mencernanya.
Aku percaya, selalu ada jalan di setiap kesulitan....
SEMANGAT...
LOVE EVERYDAY...
:)
Anindika Ramadhan  - Mimpi |2011-01-15 04:59:00
"Man Jadda Wa Jadda" ini mantra yang membuat saya sebagai seorang pelajar, menjadi pegangan teguh untuk mencapai semua masa depan dan mimpi saya, bukan hanya dibibir saja, tapi harus dimantapkan juga didalam hati untuk mencapai sebuah keberhasilan.
zulkarnain  - tidak sungguh2maka gagal |2011-01-11 17:10:59
Ternyata yang namanya sungguh2 bukan hanya secara lahiryah saja tapi batiniah juga,pengalaman saya dulu pada tahun 1981an melamar jadi polisi,secara lahiriyah saya sangat sungguh2,olah raga tiap pagi dengan harapan berat bada sesuai yang di inginkan,dan lain sebagainya yang menyangkut syarat jadi polisi,tapi hati ini tidak seratus persen ingin jadi polisi,eeh ahirnya begitu pengumuman saya tidak lulus padahal pada saat itu saya termasuk lima puluh besar dari seratus lima puluh orang yang di perlukan,kenapa sampai tahu kalau lima puluh besar,karena kakak saya instruktur brimob juga jadi penasaran di lihatnya ke panitya hasil tes ujian...
Anonymous |2011-01-10 20:04:40
kalo aq punya cerita man jadda wajada adalah setiap x aq mencoba untuk usaha berjualan detiap x pula usahaku selalu bangkrut, aq juga heran ko bisa begitu yah, akhirnya karna usahaku selalu bangkrut maka aku putuskan untuk berhenti jualan dulu, namun yg tak pernah aq lupakan adalah hidupku selalu di buai oleh impian dan impian itu ternyata menyakitkan, kerna tak ada hasilnya sampai aq membaca noveln5m aq coba lagi untuk positif dalam impian, hingga akhirnya aq putuskan saja untuk jadi penuis,moga 2 aja suatu saat nanti aq benar2 mnjadi penulis novel, artike atau apalah yg penting jadi penulis aja, mungkin dg wasilah membaca novel ini aq masih terus mengejar impianku walau sampai saat ini impiaN ITU BELUM JUGA TEREALISASIKAN, moga2 aja suatu saat nanti aq benar2 bisa mewujudkan impianku itu amiiin.
annisa wulandari |2012-01-15 15:05:39
semangat ya ...pasti anda bisa yang pentimg konsisten dan doa ,oke
Khoirunnisa'  - Ada Banyak Makna Dasyat |2010-12-17 23:30:23
Assalamualaikum?????
AllAhuu Akbaaarrrrr!!!!!!!!!
Salam Kenal semua.
sebenarnya banyak kisahQ dari tema Man Jadda wa Jada di atas...
saya ceritakan yang nie ajja ni B) yaa
waktu lulus dari aliyah juli kemaren aku udah banyak persiapan mau ikut test beasiswa dan sbgx ke berbagai Universitas di luar kota, seperti malang sampai jogja. tapi... setiap kali nama universitas ternama aku sebut didepan abahku, beiau selalu berpaling, dan tetap tak membolehkan aku kuliah jauh diluar kota. tapi kalo teman2 tau ni, di kota kecilku pasuruan mana ada univ. yang ternama apalagi yang menyediakan jurusan seperti keingianQ "komunikasi" yang banyak adalah pesantren2 dan pesantren karena di daerahQ terkenal dengan sebutan kota Santri. :angry:
apa boleh buat aku prempuan mana mungkin membantah... aku urungkan semua mencari informasi ttg univ. aku menangis dan mengadu Pada Allah tiap malem. <img src=hock:' title=':shock:' class='postemoticon' />
DiaryQ 1 bulan tak aku sapa. aku lelah mengadu dengan tulisan lagi... aku mengadu semuanya pada arah kiblat di tempat solat. gak peduli emakQ dengar ato tidak.
demi menghapus gelisah gara2 tak bisa kuliah spt temen2 iseng aku kumpulkan niat untuk buat kesibukan dengan cara ber kreatifitas membuat gantungan kunci dsb, dengan bahan FLANEL.... banyak gagalnya, hasilnya jelek dsb.2 minggu kemudian ada seorang bertamu pada emakQ dan dia melihat toples kue yang aku hias dan aku balut dengan FLANEL dengan hiasan bunga2 dsb. tamu bilang kalo hiasan toples dirumah bagus, tamu bilang beli dimana, emak jawab aku yang buat alhasil tuh tamu bilang boleh tidak di buatkan mumpung menjelang idul fitri tiba... wahhh aku sedikit ragu dengan keampuanQ, buat 1 hiasan saja butuh waktu 1 minggu buatQ... tapi.... aku iyakan saja, bodohnya.
dengan semangat bisa gak bisa aku kerjakan pesanan sebanyak 6 biji itu. alhasil dan alhamdulillah aku mampu menyelesaiikan hanya dengan waktu 1 minggu.... semua bahan modalnya dari emak... menjelang ramadhan pesanan semakin membludak dari para tetangga, bahkan tetangga desa. ya singkat cerita, itu LUAR BIASA. aku bisa bawa uang sendiri saat mau beli keperluan, dan aku bangga. Aku Tahu Allah Maha Mendengar kalau kita mau datang padanya kapanpun dimanapun. syukron :woohoo:
athaya |2010-12-08 18:49:41
hebat bgt mantrany ... nyihirrr ...
Naz  - Man Jadda Wajada |2010-11-28 16:09:07
:dry:
Assalamu'alaikum semua..
setelah membaca novel Negeri 5 Menara benar2 membuatku iri sekaligus malu!!
jujur aku belum merasa benar2 berusaha!!
padahal konsep Man Jadda Wajada sudah aku hapal luar kepala sejak mengetahuinya dari kitab akhlaq berjudul Muntakhabat..
tapi tetap saja tak ada pengaruhnya..
Ana mohon, bagi rekan2 sekalian, tolong bantu Ana menemukan maksud dari konsep itu, sebenar-benarnya!!!
semoga Allah merahmati kita semua!
Amien,,,
oki kyo  - Man Jadda Wajada |2010-11-23 08:47:57
Assalamualaikum saudaraku
aku ingin berbagi kisah hidupku...
"man jadda wajada", sederhana namun begitu dalam.
bukan prestasi yang berhasil ku dapat namun keberhasilan melewati penyakit yang ku derita.
usiaku saat ini18tahun, 1 tahun yang lalu aku sakit parah hingga pada kondisi antara hidup dan mati. memang dulunya aku beberapa kali kena tifus namun saat ini lebih dari itu. trombositku waktu itu kurang dari 3000, angka yang sangat rendah. ayah da ibuku sangat khawatir bahkan ibuku sampai menangis.
namun aku tipe orang yang tak ingin mengeluh apalagi merintih kala sakit. aku tetap tersenyum, bercanda, dan barlaku seperti hari biasa. aku bersyukur, berdoa, dan tentunya berusaha untuk sembuh. aku harus minum obat yang sungguh sangat pahit dan tidak enak, tapi aku tau karena pahit itu maka'a obat dapat menyembuhkan. aku berusaha untuk sembuh karena aku yakin akan sembuh. Alhamdulillah 1 minggu telah terlewati dan kondisiku membaik, sampai saat ini aku sehat. :)
sahabatku, berusahalah untuk mencapai impian. lakukan yang terbaik yang kita bisa. tetaplah tersenyum, bersyukurlah denga apa yang kita dapat. "man jadda wajada" kita pasti bisa.. :)
"Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan tapi Allah memberikan apa yang kita butuhkan"
SEMANGAT!!!
adinda aisyah |2010-11-19 13:53:23
saya adalah seorang anak smp kelas 9 yang sedang bingung mencari sekolah yang cocok untuk saya. setelah orang tua saya membelikan novel N5M saya sangat ingin sekali bersekolah di gontor <img src=ide:' title=':side:' class='postemoticon' />
Anonymous |2010-11-20 07:51:56
adinda, silakan liat dulu di www.gontor.ac.id dan juga di youtube banyak video gontor. sebaiknya datang dulu kesana, untuk liat suasana langsung, sebelum memutuskan. good luck
af |2010-11-20 08:02:16
adinda, silakan liat dulu di www.gontor.ac.id dan juga di youtube banyak video gontor. sebaiknya datang dulu kesana, untuk liat suasana langsung, sebelum memutuskan. good luck
af |2010-11-20 22:18:54
adinda, silakan liat dulu di www.gontor.ac.id dan juga di youtube banyak video gontor. sebaiknya datang dulu kesana, untuk liat suasana langsung, sebelum memutuskan. good luck
Ahmad K. Basyar  - Subhanallah |2010-11-15 22:15:24
:cheer: Kata2 yg luar biasa, dlm kurung waktu yg bgtu pndk, bxk keinginanku yg trwjud, tp tnggal 1 yg blm trwjud d thun ini, yaitu: Prgi naik pswat n prgi k Jkta sbgai Duta Sekolah... Man Jadda Wa Jada... Aku yakin bisa... Amin... :cheer:
Khaerul umam |2010-11-02 21:01:08
Subhanallah,,,,, :woohoo: sungguh buku yang sangat menginspiriasi bagi setiap pembacanya
Triyatno  - Kalimat Penuh Semangat |2010-10-31 16:11:47
Kalimat yang menusuk jantung, mangobarkan semangat, membangkitkan jiwa dan gelora dalam dada... untuk meraih mimpi... jadi kenyataan... dengan doa dan ikhtiar... man jadda wajada..... Allah swt akan mengabulkan... amin...
nurlinda |2010-10-29 10:14:03
simpell.. tapi maknanya sangat dalam...
vianoadi  - mantra yang sangat ajaib |2010-10-13 13:03:21
ass
hhuuuft sebuah kta yg simpel tpi memiliki kekuatan yg sngt luar bisa trutma buat diri w
kta yg tlah merubah w untuk melakukan sesuatu dngan sungguh-sungguh trutama dlm plajaran ,,,, :)
akhirnya mantra man jadda wajadam tlah menyihir w akibatnya we skrang lbih raji belajar walaupun kurang maksimal :lol:
thx bgt bwat A fuadi :cheer: :cheer:
you have done the bast for me :lol: :D
Elfachry Rahmadany d'Cytoz  - Sederhana tapi Meyakinkan; man jadda wajada |2010-09-28 22:04:56
Bismillah... man jadda wajada... kalimat ini telah aku dengar sejak masih duduk dibangku madrasah tsanawiyah...tapi saat itu aku belum terlalu paham apa makna dari pepatah itu... tapi saya yakin ada makna kuat yang mampu merubah dunia yang tersembunyi dari kalimat yang sederhana itu...
aku punya sedikit cerita tentang "man jadda wajada"
"cerita ini berawal ketika aku lulus Sekolah Dasar 9 tahun silam... waktu itu keinginan besarku adalah melanjutkan sekolah ke sekolah umum (SMP) yang saat itu menjadi sekolah favorit, dan aku sangat tidak berminat untuk melanjutkan studi ke sekolah agama (Madrasah) bahkan sampai menjelek-jelekkan madrasah, tidak hanya sampai disitu aku pun juga mempengaruhi teman-teman untuk tidak sekolah di madrasah ... Astaghfirullah
sebelum penerimaan ijazah SD, aku mengunjungi bibi di Raha, slah satu kota di Sulawesi Tenggara, yang berprofesi sebagai pedagang... oleh bibi aku dihadiahkan seragam SMP lengkap dengan atributnya. hal ini semakin memperbesar rasa percaya diriku untuk masuk ke sekolah umum.
tapi ternyata Allah punya rencana lain untukku agar bisa memahami makna man jadda wajada. ketika pulang di kampung halaman dan menerima ijazah SD ternyata diam-diam ibuku mengambil ijazahku dan mendaftarkan aku ke madrasah. mengetahui hal itu marah dan kecewa menyelimutiku. dengan terpaksa dan setengah hati aku coba ikuti keinginan ibuku untuk menyekolahkanku di madrasah.
ada yang beda dengan diriku saat itu, aku berpikir tidak seperti kebanyakan teman-temanku yang sekedar sekolah saja tanpa berpikir selangkah lebih maju untuk berprestasi. pikiran yang memotivasiku itu adalah "kenapa kakak-kakakku bisa menjadi juara kelas sementara saya tidak, apa bedanya saya dengan mereka"..semangatku mulai meledak-ledak. aku mulai berusaha untuk menjadi yang terbaik. aku rajin belajar, membaca dan mengkaji buku-buku pelajaran. alhasil akhir ujian cawu 1 dan 2 aku masuk dalam peringkat 4 besar... prestasi yang tidak pernah aku dapatkan dibangku sekolah dasar... tapi itu tidak cukup bagiku. aku merasa terpacu untuk terus berprestasi tidak mau kalah dengan kakak-kakakku. akhirnya di cawu yang ketiga aku berusaha lebih keras lagi.., belajar lebih giat. Belajar diatas rata-rata kebanyakan teman-teman lainnya, sampai harus sakit pada saat ujian berlangsung... tapi, alhasil man jadda aku melewati ujian dengan baik.. hasilnya aku berhasil menyabet juara 3, naik satu tingkat... hehehehe.. setersunya aku terus berusaha dan akhirnya semester 2 kelas 2 aku menyabet juara 2.... alhamdulillah...
bahien mustasfiyah  - manjadda wa jada |2010-09-24 16:13:37
saat itu q kls 2MA/SMA .q termasuk murid baru d sekolah baru q.krna q pndahan dari daerh q menuju daerah lain untuk memperdlam ilmu agma .krn kota 2 d knl sbgai kota santri.q ingin menimba ilmu agma n mencari pngalamn d kota itu :)

q msuk pndk pesantrn modern slain belajar ilmu agama jg belajar ilmu umum.

awl q msuk d pesantrn/sekolah bruq .q minder bngt.pesimis bngt.tiap hari q hnya bs menyendri n menangi s q merasa g akn bs lh mengukr prestasi d skolah bruq.mlihat tman"q jauh lbh pntr n cerdas dr pd q.

dl wkt d daerh q sndr sblum q pndh k seklh bruq ne .Alhamdulillah q msh bs msuk 3 besar dkls q.tp stlh pndh ksekolahbruq ne q pesimis bngt bs ukr prestsi 2 lg.

suatu hari dpesantrnq tptx hari lbur .smua tman"q saatx dsambang/d jnguk ortux smntr q blom saatx d smbang ortuq krn
faktor jauhx daerh q.

d saat sbagian tman"q d smbng ortuq q prgi k klskrn kbtuln skolah q msh d komplek pesantren.

d kelas q perhatikn hiasan dinding d kls q.tiba"mataq tertuju pda satu lukisan/kaligafi yg terpjang indh d dinding klsq.tulisan yg tertuis dlm kaligrafi 2 rasax membri insprasi ru bwt q.memberi motivasi bru bwt q.kt yg tertulis 2 adalah "MANJADDA WA JADA"
kata 2 lh yg terus q jdkn pedoman hdpq.q percy dg hadits tsb.tiap hari n tiap mlm q berusa n mlai membangun perasaan optimis dlm jwaq.

alhamdulillah ushaq g sia" tb saatx penerimaan rafot,alhamdulillah wktu 2 ortuq dtng.dan alhamdulillah q g mengecawakn merka n berhasil meraih 3 besar.

alhamdulillah q g hx mengukir prstasi d skls bhkn d luar kls.n alhamdulillah q mampu membanggakan sekolahq n mengukir preastasi d skolah q wlaupn q msh terglong mrid yg bru : :P
Emmilia Khaerunnisa  - TQ so much, Ka'Fuadi...!!!! |2010-09-17 18:31:19
Saat ini aku kelas 9 smp. Dulu, waktu aku SD, sampe kelas 7 SMP, saya bisa dengan mudahnya meraih ranking 3 besar. Tapi, saat kls 8, saya jadi lengah, akhrinya cuma bisa 5 besar. Dan yang lebih parahnya lagi, klas 9 ini aku malah rank.7! Aku sempat stress BGT!! Aku spt ALIF, yang susah buat hapalan. Bahkan, semangatku jadi down, karna ibu saya ingin memasukan saya ke psantren. Aku jd smpat berpikir, buat apa saya rajin belajar, toh aku mau di masukin ke pondok. Tapi, aku jg ga mau jadi seorang LOSER! Dan, berkat novel ini, semangat aku jadi bangkit lagi. Thank you so much, k'Fuadi..!!! Doa'in ya...semoga saya bisa jadi org sukses, spt k'Fuadi..Man Jadda Wajada!
sabrina  - man jadda wajada |2010-09-15 00:11:01
:angry: semangat membara para pemuda pemudi indonesia..
man jadda wajada. generasi muda siap membangun indonesia yang hakiki.
A 584 K  - teringaaaat!!! |2010-09-04 11:53:52
dengan mantra ini ku yakin ank2 584k bs berjuang dimanapun ditempatkan!!!!!
tetap berjuang 584 K .....

ONE STEP BETTER THAN OTHER.............. :P :cheer: :) :P :D :D
de javu community  - harapan |2010-09-04 10:49:07
:cheer:moga2 dengan berpegang pada manjadda wa jada club gymmasters de javu community german bisa tambah maju dan tambah luas jaringannya.....amin
:cheer: dan semaga gw bs lulus dari gontor alumni 2011 khusnul khatimah iman,khulqon,wa adaban...aminnnn :lol: :lol: javascript:JOSC_emoticon(":lol:";)
de javu community  - harapan |2010-09-04 10:48:47
:cheer:moga2 dengan berpegang pada manjadda wa jada club gymmasters de javu community german bisa tambah maju dan tambah luas jaringannya.....amin
:cheer: dan semaga gw bs lulus dari gontor alumni 2011 khusnul khatimah iman,khulqon,wa adaban...aminnnn :lol: :lol:
parlindungan purba |2010-09-21 13:04:55
:lol: palak banged novel 5 menara.... :angry:
gak BAGUS...!!! :whistle:
CARI SAYA DI PEGAMBIRAN klo ada yg kurang senang.....!!!!
catur akbar  - Luar Biasa |2010-08-30 23:09:37
2 buah buku yang ingin cepat2 saya selesaikan membacanya adalah 5 menara & Biografi Vokalis Undergroung Ivan "Burgerkill:, tapi benar ini buku membuat saya ma jadda wajada.
milla |2010-08-10 07:14:18
subhanallah , aku baca novel ini lumayan cepet .
novel yang lumayan tebel ini , serasa kaya koran . hehe
aku selalu penasaran ama kisah" selanjutnya , makanya aku semangat dalam membaca novel ini .
banyak juga kata kata mutiara yang sangat menginspirasi .
semoga novel ini bermanfaat buat banyak orang . amin

bang A.fuadi : tingkatkan terus karya-karya mu . hehe :lol:
afrinaR  - membuktkan ! |2010-08-07 06:20:28
:woohoo: smoga ini yang menjadi raut wjahku ktika lhat pgmuman hsil tes ujian masuk ptn ntar,amin
man jadda wajada !
haura sholiha  - man jadda wa jada |2010-08-05 08:52:57
:D :whistle:

smoga bisa masuk gontor taun depan..
aamiin...

man jadda wa jada...
Fahrurio  - man jadda wajada-man sobaro zafiro |2010-07-24 15:12:21
man jadda wajada-man sobaro zafiro

karena 2 kalimat yang pendek di atas...
saya dapat meraup sejuta semangat dalam hidup saya...
terima kasih...

ditunggu kedatangannya di Bekasi,,
saya dan teman2 karang taruna unit RW 01 haus akan semangat untuk terus berjalan di jalan ALLAH...
afif ramdhan  - khoirunnasi ahsanuhum hulukon wa anfaahum linnas |2011-03-04 15:16:43
:P kalimat itu juga merupakan kalimat yang memiliki sejumlah makna kita dapat menghayati kalimat itu agar kita tambah bersemangat dalam hidup di dunia ini dengan bergunanya kita di kehidupan ini kita dapat memiliki banyak teman dan hidup kita tambah sukses B) :) :) ooh bang fuadi kapan terbitnya episode terakhir dari trilogi negri lima menara ana shh gak sabar niih bisur'ah ya bang fuad moga tambah sukses fi dunya wal akhirat.. :)
eka |2010-07-17 20:35:15
kato2 yang sangaik luar biaso.....
man jadda wajada.......
sia nan basungguah sungguah pasti berhasil.......

akn jd pdman untuak ambo....
makasih ya ustad........

d tunggu buku barunya.....
hanvris  - moga2 |2010-07-17 12:50:26
man jadda wajada
moga2 aku bisa jd pemain futsal.amin :)
Dian Oktaviani  - Kpn Bedah novel N5M d Bandung? |2010-07-15 19:25:46
Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Ustad, sy sungguh sangat terinspirasi oleh novel N5M, seolah memberi semangat baru utk sy saat putus asa...
Ditunggu novel keduanya ya,,
Oh ya, kpn bedah buku N5M k bdg? Sy ingin minta ttd ustad d novel N5M saya, boleh? :)
rahma dini  - keren |2010-07-09 20:09:53
:) jd pengen belajar b.arab
syukron bgt :)
denk pj |2010-07-05 17:29:52
:) MAN JADDA WAJADA
endah kristian  - "proyek sakit hati" |2010-07-05 12:20:39
Dengan mantera sakti MAN JADDA WAJADA!!! aku jadi manusia yang paling optimis dalam sejarah hidupku, aku nyakin bisa mewujudkan semua impianku, dan mensukseskan " proyek sakit hatiku" agar dunia tahu bahwa ku ada dan bisa berkarya.
vanjoe |2010-07-04 11:44:29
B)
keren dehhh,
jadi lbh smagat blajar nh
Ruhul Maani  - inspiring truly... |2010-07-01 13:50:31
jangan berhenti memberi inspirasi. :cheer:
syamsuduha |2010-06-28 09:29:40
aslm.
novel ini pertama saya lihat di gramed merdeka bandung. klo g salah ingat sekitar oktober 2009. awalnya sekedar baca, tapi ternyata saya tidak bisa berhenti membacanya hingga selesai. bagian yang paling menyentuh saya adalah ketika alif dkk bertemu di luar negeri, melantunkan shalawat... (klo g salah judulnya I'tiraf yg sering dilantunkan oleh Uzt. Jeffry al Buchory), dari novel ini saya baru tahu artinya. baru2 ini teman saya di makassar pesan 5 novel ini, krn kbtln sy di Bandung, katanya di mks lg kosong stocknya.
agung  - sebuah novel yang fenomenal |2010-06-23 09:01:25
askum.....
satu lagi karya anak bangsa yang bener2 fenomenal :)
negeri 5 menara is the best...... B)
terima kasih buat mas fuadi atas novel yang banyak memberikan kita para pembaca N5M tentang nilai2 dan pelajaran hidup terutama kalimat pembakar semangat "MAN JADDA WA JADDA".....sukses&syukron bt mas fuadi,oh ya buku RANAH 3 WARNA moga cepat terbit..... :)
didit  - aku rindu gontor |2010-06-17 16:41:00
subhanallah, membaca novel ini teringat rajutan kisah semasa masih menjadi santri pondok modern gontor yang kini telah terputus , man jadda wa jada,
ghita  - Comment |2010-06-16 09:18:23
Seru tapi kok gantung ya ...
tapi aku tunggu kok filmnya dan novel selanjutnya !
Dwi Prabowo YS  - superb... |2010-06-14 12:58:28
Membaca novel Negeri 5 Menara... pada halaman2 awal,saya kok jadi teringat novel Harry Potter yang mau masuk Hogward.. Tapi seperti juga Harry Potter, novel ini juga sama2 'menyihir' pembacanya untuk tetap lekat mengikuti kisah-kisah berikutnya...khususnya pada rangkaian-rangkaian hikmah yang dapat kita pungut pada tiap lembar-lembar halamannya...
Salam buat bang Fuadi...
PUTU NGURAH  - TEMEN IKU TIMENU |2010-06-12 18:26:10
YA MAN JADDA WA JADDA ITU KAN SEBENARNYA BUKAN HAL YANG BARU KAKEK NENEK SAYA MESTI BILANG SOPO TEMEN IKU TINEMU WAJAR2 AJA UDAH SEJAK DULU YA GITU HANYA SANTRI PONDOK GONTOR PANDAI MEMBUAT GAYA BAHASA YANG KEREN SEHINGGA TERLIHAT AGAK BEDA MANGKANE TALA RUNGOKNO OPO JARE WONG2 TUO BIYEN AKEH BENERE
Emmilia Khaerunnisa |2010-09-17 18:44:23
Bukan-kah kepandaian orang untuk bisa membuat kata^ yang kuno, jadi berbeda dan bisa menarik hati ribuan orang itu, termasuk SENI tersendiri..dan gag semua orang pandai mengolah kata^ :confused:
BuNinil  - Novel inspiratif, perlu difilmkan ! |2010-06-11 05:46:38
Subhanallah,begitu dapat buku "Negeri 5 Menarara" langsung saya baca sampai habis,sekitar 5 jam. Novel inspiratif dan pembuka mata bagi mereka yang masih menganggap bahwa pendidikan dipesantren tidak bisa diandalkan. Dengan memaparkan begitu menggugah akan sebuah kata mutiara Man Jadda Wa Jada yang mungkin Saudara A.Fuadi terinsprirasi nilai-nilai Islam seperti dalam Kandungan Al Quran Surat Ar Ra'd ayat 11 yang artinya "Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri."
Apalagi saat ini Alhamdulillah anak saya Muhammad Naufal sedang menimba ilmu di pondok yang menjadi inspirasi novelnya.Karena itu saya sebagai ibu sangat mengapresiasi novel ini dan saya kira sangat-sangat layak dan perlu difilmkan."Man Jadda Wa Jada" insya'Allah sebentar lagi menjadi judul surat cinta dan nasihat kepada ananda Muhammad Naufal di blog Web Hidup Mulia http://ninilsudarmini.com
Jazakumullahu khairon katsiro :) :) :)
ukhty_unun  - lanjutan.. |2010-06-09 19:31:10
:cheer:

oia ana juga harap,,royalti buku ini sebagian disumbangkan
k'saodra2 muslim di Palestina...
ya please.... :confused:
ukhty_unun  - tersetrum virus MJW |2010-06-09 19:19:40
Assalamualaikum

ana benar2 mendpat inspirasi dari buku ini subhanallah semoga Allah memudahkan antum menyelasaikan buku yang lain..
awal membaca ana masih biasa aja soal MJW smpai slesai baca...luar biasa!!!

sandhi raditya  - SENGATAN HEBAT |2010-06-07 13:15:17
:woohoo: sengatan hebat dari NEGERI 5 MENARA, "membujuk" saya utk mjd santri di ponpes,
humor nasehat jadi satu, selalu sy bc novel ini didampingi "stabilo",apalagi bagian perkataan kiai Rais,
menyenangkan, menyejukkan, memotivasi dunia akhirat :)
Mrprie  - Man Jadda Wajada |2010-06-04 14:40:48
Man Jadda Wajada adalah sebuah virus motvasi yang ganas yang akan menyebar ke seluruh titik urat nadi apabila kita betul-betul meyakini dan mengamalkannya.... :woohoo:

Don't Miss it
ali naimullah x.3 |2010-05-24 15:10:38
saya merasa termotivasi untuk melakukan apa yang ada didalam buku ini :lol: javascript:JOSC_emoticon(":lol:";)
ARDILES  - mengugah |2010-05-20 13:07:52
:) :) :) :)
ehm.
bismillah,
Alhamdulillah''
mengetarkan jiwa, dan membangunkan sendi-sendi sukma dalm jiwa yg penuh,, ke khilafan dan dosa yg menutupi hati nan rapuh n goyah ini..
sungguh bersyukur bisa mendapatkan hidayah, hikma n penerangan dari uda,,
aku adalah orang yang penuh mimpi seperti udah, dan hatiku bergetar saat ku ucapkan impianku itu dalam hatiku. ku gemgam tanganku dan ku pandangi langit yang luas,,
aku mersa begitu sulit untuk dapat menggengm itu semua,,
aku hanya bisa bermimpi dan menulisnya di setiap lembaran kertas-kertas yang menjadi temanku bercerita..
terima kasih untuk pengalamannya uda
Irwin  - Very inspiring .... |2010-05-18 19:42:18
Sangat memberikan inspirasi. Buat saya pribadi dan teman-teman kantor saya. Saya mulai memasukkan mantra "Man Jadda Wajada" kedalam materi2x kuliah yang saya ajarkan.
eqhy |2010-05-17 19:44:01
:) :) :lol: :D :cheer: ;) :cheer: :lol: :D

"MAN JADDA WA JADA"....
kalimat ini memang kalimat yg dapat menggugah hati...
saya juga ingin mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari...
walaupun saya sudah sering nerasakan kegagalan dalam hidup...

do'akan saya yah...

pondok madani, kehidupan pondok seprti ini sudah pernah saya rasakan selama 2 tahun. walaupun saya tidak selesai melanjutkan sekolah di pondok ini. sepertinya saya sudah cukup banyak mendapat pelajaran.
mappesangka mustafa  - film N5M |2010-05-17 11:32:16
Alhamdulillah...semoga semakin banyak novel yg mendidik, inspiratif dan memotivasi di Indonesia. Saya berharap novel ini bisa difilmkan, seperti halnya Laskar Pelangi, agar lebih terasa gaung dan dampaknya sehingga bisa mengimbangi sinetron-sinetron yg tidak mendidik dan berbau materialis hedonis.

Jazakallahu akhiy...man jadda wa jada! :woohoo:
Aghny  - lebih tertarik dengan Shabara Zhafira |2010-05-17 00:24:09
senang bisa tamat baca buku itu.. baca sambil menunggu jam kuliah selanjutnya. bikin saya semangat kuliah. apa lagi inget yang bagian ujian diatas ujian itu, wah jadi tambah semangat!! tentang man jadda wajadda sebuah kalimat yang setiap orang mendengar atau membaca insyaalloh jadi semangat lagi termasuk saya. tetapi entah kenapa saya lebih tersihir dengan Man Shabara Zhafira, setiap mengingat kalimat itu jadi tenang dan lebih bisa mengatur emosi. hehe. tapi bagi saya 2 kalimat itu sangat dahsyat!! :D
moch nurani hadi  - terima kasih |2010-05-15 08:36:28
Alhamdulillah, terima kasih atas smuanya.
Salam kami sekeluarga
Wslm,
nurh
alfi (PPMI ASSALAAM)  - man jadda wa jadda...,,manta sakti bagi kehidupan |2010-05-08 07:09:00
alhamdulillah ...
novel akhi ini menambah kepercayaan diri ana sebagai anak pesantren.


sukran!!!
Eka  - Terimakasih telah mengingatkan saya |2010-05-05 15:32:56
Alhamdulillah,

Biar kata telat membaca buku yang sblmnya tlh booming didengung2kan, saya ingin mengucapkan terimakasih pada Kak Fuadi yg tlh mengingatkan saya kmbali apa arti kata2 Man Jadda Wajadda.
Saya mmiliki kmiripan kisah dgn Kakak hehehe. Sdh ditrima di skolah SMA negeri tp diminta ortu skolah ala pesantren di SMUI INsan Cendekia Serpong. Kecewa luarbiasa bkhn smpai lulus. Kcewanya sih krn ngga memanfaatkan waktu 3thn dgn sbaik2nya itu spt Kakak alhasil skolah bagus itu hny embel bg saya smp kuliah bahkan skrg. Bhkn skrg saya mrasa malu "mrasa ga jd apa2" dibandingkn tmn2 yg lain. Tp..setelah drekonstruksi oleh novel Kakak, saya jd mengerti. Akan jd apakah saya adalah saya sendiri yg menentukan, dan hal tsb itu tdk dibatasi waktu. Alhamdulillah saya "menemukan jln yang benar" utk kmbali brpikir positif trhadap kehidupan saya. Man Jadda Wajadda.
Saya toh msh punya mimpi dan impian saya sendiri utk diperjuangkan agar terwujud. Makasih bnyak Kak, semoga Kakak bs terus menebarkan energi positif dlm khidupan Kakak untuk oranglain.
Dedy Mardiansyah  - BENTENG PERADABAN |2010-04-29 18:00:12
:cheer: TAhniah. N5M jadi salah satu menara prasasti akan kejayaan pesantren sebagai benteng terakhir peradaban.
sindi  - bangga dengan pesantren |2010-04-28 10:39:39
alhamdulillah..
novel ini menambah kepercayaan diri saya sebagai anak yang nantinya akan melanjutkan pendidikan ke pesantren.

terima kasih!!
anak peantren juga patut dibangggakan
ARINI ARIEF  - man jadda wa jadda.... mantra sakti, vitamin bagi |2010-04-28 08:27:26
kakak Fuadi yang baik hatinya, terimah kasih saya haturkan kepada kakak. kisah yang kakak tuliskan dalam novel ini sngt bagus dan teras real.....


kisah ini sangat menginspirasi saya untuk terus berkarya, dan menorehkan prestasi. baik itu dengan beribadah dan didalam keseharian saya sebagai mahasiswa.

rasanya ingin memutar waktu kembali. seandainya diberi pilihan, maka saya akan memilih untuk melanjutkan pendidikan di pesantren.

cesa ega  - like it!!! |2010-04-15 07:50:36
:lol: sumpah k' nee novel keren bgt
q jd malu plus iri knapa q dlu g' bner2 pas mash ada di masa q skola.. :(
tp bis bca novel ni,, q serasa punya energi bru tuk buktikan bahwa q bisa perbaiki,,, :)
q suka bgt kalimat ini" MAN JADDA WA JADDA" :cheer:
K' FILM NA CPTAN YA,,,, ;)
vini anisya noviani |2010-04-10 16:03:25
novel yang sangat menakjubkan. sangat inspiratif. oleh sebab itu, saya bahkan lebih memilih menganalisis novel ini untuk tugas makalah akhir saya dibanding novel laskar pelangi. :cheer: :evil:
Fayyas Ahmadullah  - Man Jadda Wajada |2010-04-07 13:26:17
assalamualaikum

B) buku ini sangat keren akan filosofi personal yang sedang merantau, pendidikan memang harus ditempuh walau sejauh mana pun, dan juga kesungguhan akan niat berusaha menjadi yang terbaik pasti akan mampu dilaksanakan.

insyaAllah, nanti akan saia posting di blog saia http://gajahpesing.web.id

wassalam
Meidilla Althafunnisa |2010-03-16 10:42:03
Kak...
Saya akan datang menjadi penerusmu.... :P
Seorang penulis terkenal adalah impianku!!
Man Jadda Wajadda!!!!
I'm Coming!!! :woohoo:
rifgin rigazy  - menggugah..... |2010-02-27 12:21:10
asslm...
saya selaku pmbc ngri 5 mnra, sangat tergugah atas novel karya bng fuad ini..., namun.. saya juga penasaran,apakh ada sekolah seperti PONDOK MADANI itu bang fuad,,..??, sekolah yangs angat mendidk di bidng agama..,seni.., olahraga..,DLL..dan menurut saya sekolah tersebut telah ter masuk sekolah internasioan, katanya dlam novel trsebut ada guru yang berani bekerja tanpa gaji sedikitpun....!, saya sangat terharu membaca kalimat, demi kalimat yang sangat menggugah..
:cheer:
dan inilah pertanyaan yang sangat saya inginkan jawabannya...
apakah negeri lima menra ini akan difilmkan..??, saya berharap dapat diJadikan movie...,saya yakin film yang terinspirasi dari novel ini gak kalah seru di banding film lainnya...., sebutsaja....! <img src=hock:' title=':shock:' class='postemoticon' /> ,
nb:jika tak ada actor/artis yang mau memainkan film ini ..., saya ikhlas jadi pemeran siapa saja dalam film ini... :woohoo: :confused: :woohoo: :P
m sulton  - terima kasih atas cerita nya |2010-02-24 20:16:08
:cheer:
ANDA ADALH PANUTAN KE 6 YANG SAYA YAKINI TERIMAKASIH ATAS CERITA NYA YA BANG fUADI
SEMOGA SAYA JUAGA BISA SEPERTI ANDA
SEMOGA MANJADDA WAJA DA AKN TERWUJUD DALAM HIDUP SAYA

SEKALI LAGI TERIMA KASIH ATAS CERITANYA


PENGGEMAR ANDA
M SULTHON
lely lee  - usaha sbanding ma hasil |2010-02-04 17:09:40
mgkin ksah sya gag seinspiratih pendahulu" laennya yg uda mau berbagi sbagian ksahnya buat plajaran qta smua..
ksah saya sderhana n gag muluk" jga...

berawal dri tahun lalu..tpatnya bulan oktober klo gag slah..alhamdulillah sya diamanahi sbg penanggung jawab skaligus ktua plaksana slah satu kgiatan yang da di kampus..mmg gag sberapa bsar..takarannya cma stingkat jurusan n pesertanya pun dbatasi maba(baca: mahasiswa baru)..tepatnya acara ni bernama LKMM Pra TD.
meskipun gtu, ni adalah pengalaman ptama sya n jujur ckup buat sya jdi pnas dingin.Terlebih mengingat pda saat yg bersamaan sya jga diamanahi tugas lainnya yg gag kalah penting..(jdi pmandu untuk acara tsb..).dengan tanggung jwab yg sma" bsar jujur ckup membuat sya pusing..smpt berfikir buat meninggalkan slah stu atau smuanya...pi, berkat dukungan org terdekat yang menguatkan sya..akhirnya sya ttap nekat memegang smua amanah tu..saya yakin lari pun gag bkal mnyelesaikan msalah..terlebih ni adalah amanah yg dipercayakan pada sya..bukankah slah satu ciri muslim yg baek adalah mampu menjaga amanah..
Smbil mengucap bismillah dlam hati, sya tetapkan niat, sya yakin yg diatas pzti punya rencana yg paling baik buat saya..jdi sya akan brusaha yg terbaek..

sesuai perkiraan sya sbelumnya, mengemban tugas yg berlipat" dlm wktu bersamaan memang tdak bisa dikatakan mudah..bnyak skali cobaan yg sya hadapi saat itu, mlai dari ijin manajemen yg tidak turun smp saat" trakhir, property yang blom siap hingga terancam menyewa padahal dana sangat minim..lampu mati pula, jdi berkas"nya gag bsa dkerjain...spanduk yg tnyata slah cetak...blom lagi materi buat platihan yg blom sya pgang sdikitpun...
sumpah, rasanya saat itu tba" beban sberat 10 ton ditimpakan k sya smpe sya gag bsa bangun lgi...pi, lagi" thanks to all of my friends..tnpa diminta mreka ikut lari" sbuk bantuin nyari+nyiapin smuanya. mlai ngangkat" bangku dri lntai 1 k lantai 3, telfon sna sni buat nyari pnjaman lcd, smpe nyuci meja kantin krn ruang aula gag bsa dpke n smuanya dlakuin dng pnerangan seadanya lilin+senter smpe lstrik nyala(jm 11)...

yg diatas emg maha adil...mgkin Bliau pngen nguji qta (sya trutama)n pngen buat qta sdar klo buat ngedapetin ssuatu qta mzti usaha lebih dlu..thanks to the God, tnpa dsangka..pz mlem" buta(skitar jm stengah11) da bpak petugas kampus yg mampir liat kantornya..n berkat bantuan bliau + ijin yg diatas tentunya..qta berhasil dpt LCD sbanyak yg dbutuhin tnpa hrus byar charge sepeserpun...(alhamdulillah 600rb slamat..hhe)..stgh jm kmudian listrik nyala n smua hal yg smpet terhenti sbelumnya pun bisa dkerjain..akhirnya smuanya beres jga..skalipun demi tu tmen" harus begadang smpe jm1 pagi...

Man Jadda Wajada..ungkapan sderhana pi bner" dlam artinya..
tiap org pzti punya crita sendiri terkait ungkapan sderhana ni..sya uda mngalaminya..n alhamdulillah pelajaran yg sya ptik saat itu bsa berbekas ckup dalam pda sya..
skg giliran anda..
karim  - marketting itu apa sih? |2009-08-26 10:58:46
pengalaman saya dalam hal marketting justru berliku-liku dan bagi saya bisa bermakna banyak. ringkasnya:
1. diawali oleh sebuah musibah yang merubah total hidup saya dahulu. dahulu, saya berduit lumayan, temen2 pada mau ngertiin apa mau saya, mau jungkir balik juga dilayani ma mereka. tapi, pada Mei tahun lalu saya kecelakaan hebat dan hampir merenggut nyawa saya. korbannya yaitu lawan kecelakaan saya yang meninggal dua-duanya ditempat. sedangkan saya gegar otak dan tidak sadar selama 2 bulan.
2. saya sadar, alhamdulillah saya menikah karena mensyukuri musibah itu telah bisa saya lewati.
3. setelah menikah, saya berpikir untuk merajut sukses lagi seperti dulu. tapi itu mungkin hanya angan2. hingga akhirnya setelah melewati banyak peluang kerja di 3 perusahaan, saya akhirnya melabuh di marketting sebuah perusahaan Bursa Efek. awalnya enak, online gratis, dapet duit tiap bulan, kemana2 pake supir... enak deh pokoknya.
4. tapi itu ternyata bukan awal keberhasilanku. marketting itu susah minta ampun. apalagi harus nyari orang yang mau setor sekian juta. beraattt....
5. hingga pada suatu hari ada temen saya yang minta bantuan karena dirinya mau dibaptis oleh pacarnya yang kristen. dia minta bantuan sejumlah duit sesegera mungkin. saya kasih sebagai hutang seperti janji dia mau balikin sesegera mungkin.
6. tapi apa mu dikata, saya telah ditipunya! dia beralasan telah bantu saya banyak dalam kerja saya dan dia anggap itu impas. aku hanya bisa melongo! soalnya, selama ini kayaknya aku yang lebih bisa bantu lebih banyak kerjaan dia. dan aku ikhlas. tapi apa mau dikata... nama juga penipu... biarinlah... ihklasin aja... gak gampang lho... untuk sekedar ihklas aja itu berat...
terhitung aku juga baru mulai karir dari nol.
7. aq keluar dari perusahaan itu setelah kejadian itu. tapi aku gabung dengan perusahaan lain serupa tapi beda manajemen.
8. orang yang narik aq juga alumni tapi beda 6 tahun. aku terima... awalnya lancar2 aja... sejak kejadian penipuan itu, aku juga sudah mulai trauma kayaknya.
9. hal itu juga ditambah dengan desakan orang rumah untuk berhenti saja. dan saya menyetujuinya awal tahun ini.
10. ternyata banyak sekali hal-hal atau berkah yang saya terima dari pengalaman ini. a. bertahan hidup. b. surga tidak tergantung bantuan orang lain, hanya diri kita dan keluarga dekat kita yang bisa mempengaruhinya. itu hanya garis besarnya aja. tapi selebihnya banyak sekali hikmahnya... tapi, berkat kegigihan saya dalam menyelami apa itu marketting, saya memutuskan untuk tetap melanjutkan marketting itu sendiri. meski tidak dibayar oleh siapapun. semua kalangan dan teman saya banyak yang mencerca. saya cuma bisa diam aja menghadapi mereka.
11. alhamdulillah, berkat kegigihan saya selama ini, saya sudah punya dua konsumen tetap yang mau berjuang dengan saya. alhamdulillah banget... sekarang tinggal merapikan kerjaan yang saya geluti dan saya insyaAllah mendedikasikan semua hal ini untuk putri dan istri saya nanti...

SATU HAL YANG SAYA INGAT DARI PENGALAMAN INI ADALAH JANGAN PERNAH MENYERAH, DAN HAL ITU DIINSPIRASI OLEH ISTRI DAN PELAJARAN MAHFUDZOT KELAS SATU KMI DULU "MAN JADDA WA JADA"
mafaza  - s2 di eropa |2009-08-22 06:26:22
Man jadda wajada,

”Siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil”.



Nama saya Mafaza. Saya memulai langkah menapaki perjalanan panjang kehidupan saya sebagai seorang yang memegang teguh impian-impian besar. Semasa sekolah menengah, saya menulis puluhan daftar impian di buku harian : belajar hingga S2, kuliah di Eropa dan masih banyak lagi impian besar. Bahkan mungkin terlalu besar untuk seorang anak guru Pegawai Negeri Sipil yang pendapatannya tidak seberapa.

Ketertarikan saya terhadap budaya negara-negara mendorong saya sebagai anak IPA untuk mengikuti SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) IPS dengan pilihan jurusan Hubungan Internasional, Unpad. Sebuah hal yang hampir tidak mungkin dicapai oleh anak-anak kota kami yang akses terhadap pengetahuan dan pendidikannya terbatas. Padahal saya telah diterima di jurusan teknik industri universitas di kota kecil kami yang pamornya tidak seberapa. Akan tetapi saya ingin lebih berkembang, saya percaya bahwa saya dapat meraih impian saya. Saya tidak akan menyerah hanya karena mendapatkan tawaran lain yang lebih mudah. Setiap hari saya belajar di sekolah, mengikuti bimbel dan belajar hingga larut malam. Istirahat malam bagi saya cukup dengan tidur empat jam dan shalat tahajud. Semuanya karena saya yakin bahwa apapun yang saya usahakan tidak akan sia-sia, SPMB aku datang!

Untuk mengikuti SPMB, saya harus menempuh perjalanan satu jam, diantaranya menggunakan bus antarkota yang sering membuat saya mual dan pusing. Saya juga sering mengalami mimisan jika terlalu letih. Maka untuk mengikuti tes setiap harinya, saya harus membawa minyak kayu putih, obat-obatan, minuman isotonik, daun sirih untuk berjaga jika mimisan, tisu dan peralatan tes. Tapi dengan bantuan Allah, kesungguhan saya membawa saya lolos SPMB untuk pilihan pertama. Kurang dari 10 murid yang lolos SPMB dari sekolah kami, saya termasuk yang berhasil.

Perjuangan belum berakhir. Keberhasilan menembus tes setingkat nasional untuk kuliah di jurusan yang saya inginkan membuat saya semakin percaya bahwa kesungguhan akan membawa kepada keberhasilan. Saya mendapatkan beasiswa untuk menutupi uang kuliah sehingga beban kedua orang tua berkurang. Allah memberikan jalan keluar bagi kesungguhan saya. Saya semakin yakin, saya memutuskan untuk memperjuangkan daftar impian selanjutnya : kuliah di Eropa. Hampir semua orang menaikkan sebelah alisnya jika mendengar keinginan saya yang satu ini. Akan tetapi saya tak bergeming, saya bertekad akan mewujudkan impian ini. Saya mulai mengikuti pameran pendidikan luar negeri sejak semester dua hingga pada tahun ketiga saya memutuskan untuk mencoba mendaftarkan diri ke salah satu universitas di Belanda. Berbekal CV yang sudah saya rencanakan berderet prestasi lomba karya tulis, lomba debat dan sederet organisasi yang saya ikuti, surat rekomendasi para dosen yang mengenal dan membimbing saya, dan surat motivasi, saya mengajukan diri untuk kuliah di negeri nun jauh di sana. Saat itu saya masih mengerjakan skripsi, belum mendapatkan ijazah untuk mendaftar. TOEFL saya pun masih 560, belum mencapai 585 sebagaimana yang disyaratkan.

Beberapa bulan kemudian, saya mendapatkan e-mail yang menyatakan bahwa saya diterima di University of Groningen, Belanda. Menurut perwakilan universitas tersebut yang berada di Indonesia, kasus ini tidak pernah terjadi sebelumnya : mahasiswa yang TOEFLnya masih kurang dan belum mengirimkan ijazah diterima di universitas tersebut. Fully admited, bukan conditionally admitted. Sungguh mencengangkan bukan? Begitu pula mencengangkannya kekuatan sebuah kesungguhan. Sebelum lulus, saya telah diterima sebagai mahasiswa S2 di sebuah negara di Eropa.

Siapa saya? Saya hanya perempuan bertubuh mungil dari sebuah kota yang pendidikannya tidak diprioritaskan, dengan kemungkinan mimisan 70% lebih besar dibandingkan dengan kawan seusia saya.Orang tua saya masih guru Pegawai Negeri Sipil. Tapi saya punya dua hal : Impian dan Kesungguhan.


Man jadda wajada



mulyani  - yupppsss bner tu kak..crt a sungguh menarik |2009-10-26 15:46:14
:) kak sy pengen seperti kakak.sy jg punya keinginan seperti kakak.doain ya,, mga tercapae nnt na..amin
pago  - Subhanallah...Kereeen... |2009-12-07 08:51:01
Dahsyat Kawan...Begitu inspiratif...smoga bisa ketularan sukses Anda..
Man Jadda Wajada euy.. :cheer:
sarah |2010-01-22 19:52:22
semoga saya bisa meraih impian sperti anda..doakan ya :)
ariyanto  - man jadda wajada |2010-07-18 12:00:33
asalammualaikum
subhanallah
saya jadi lebih yakin dengan target & rencana saya untuk kedepanya
mudah mudahan saya juga bisa seperti anda :) :cheer: :lol:
saya yakin dengan "MAN JADDA WAJADA"
BISMILLAH
a cool  - apa kamu yakin? |2009-08-22 06:24:10


pengalaman saya yang paling berkesan tentang Man Jadda wajada adalah...

saya bukanlah orang yang juara kelas di sekolah, tetapi saya duduk di lokal unggul. Dan saya cuma rengking belasan ato puluhan di kelas. Ditambah lagi kesibukkan di beberapa organisasi yang kadang membuat saya sering minta izin. Waktu kelas 3 di SMA 1 Pariaman, guru PPKN saya bertanya: " nanti kamu mau kuliah dimana? " saya menjawab: "Insya Allah, kedokteran Unand buk!"
lalu dengan sedikit senyum guru saya itu berkomentar " apa kamu yakin? coba kamu bayangkan! Semua murid yang di lokal unggul pasti memilih FK Unand juga, trus kamu rengking berapa? ditambah lagi murid-murid lokal unggul di seluruh SMA se Sumatera Barat mereka kan milih kedokteran semua"
dengan sedikit ragu dan mersa direndahkan saya menjawab "iya sih buk, tapikan tiada salahnya mencoba buk?"
Saya memang tahu semua anak kelas unggul itu milih FK Unand, terlebih yang rengkingnya diatas saya.
Lalu hal ini saya konsultasikan kepada ustadz yang menjadi guru ngaji saya disekolah.
ustazd Ridwan bilang " akhnal, kamu harus yakin dan bisa membuktikan bahwa orang yang aktivis sekolah seperti kamu juga bisa sukses masuk PTN yang kamu cita-citakan, orang yang kerjanya belajar aja blum tahu lulus lho, bahkan yang juara umum sekalipun, itu udah banyak buktinya."
trus ustad riwan melanjutkan lagi.."Man jadda wajada, artinya kamu harus berusaha keras, nal"
dengan motivasi yang luar biasa itu, saya mulai sering membahas soal SPMB, walaupun teman -teman yang lain sibuk mempersiapakan Ujian Akhir Sekolah. Bahkan saya bela-belain Bimbel satu tahun di kota padang untuk SPMB, jadi 3 kali seminggu saya harus bolak-balik Padang -Pariaman untuk Bimbel.
suatu saat saya pernah ditanya oleh kepala sekolah.." akhnal, kenapa jarang kelihatan mengikuti Belajar Sore di sekolah untuk menghadapi UAN?"
saya menjawab " maaf buk, saya harus bimbel ke Padang untuk SPMB, saya lebih prioritaskan SPMB buk!"

akhirnya SPMB pun tiba, saya ujian diruangan yang tidak ada satupun orang yang saya kenal. Padahal saya tahu di ruangan lain diisi oleh teman-taman selokal saya di SMA. Sempat saya berfikir, ah sepertinya mereka bakal lulus FK semua deh, kan si juara umum di lokal itu....pasti mereka bisa contek-contekkan dengan berbagai cara..... Lalu saya beristighfar....gak boleh berpikiran negatif!

Sebulan setelah ujian....tibalah saatnya pengumuman.
semua do'a saya terjawab..akhirnya sya lulus di FK Unand juga.
ketika saya cek teman-teman se lokal, hanya 3 orang yang lulus di FK Unand, selebihnya lulus di fakultas lain atau di UNP.
tiga orang itu adalah saya yang hanya rengking 18 di kelas, lalu juara 2 dan 3 di kelas. Saya sangat bersyukur, meskipun saya sedih karena keberhasilan ini tidak bisa saya banggakan pada ibu tercinta, karena sudah berpulang sewaktu saya kelas 2 SMA.
saya yakin..Man jadda wajada.


a novita  - cum laude |2009-08-22 06:22:10
Keinginan untuk kuliah seperti teman-teman saya yang lain sudah ada sejak dulu.
Namun orang tua menginginkan saya untuk segera bekerja.
Akhirnya untuk membahagiakan orang tua saya pilih sekolah kejuruan 3 tahun, lalu setelah lulus langsung melamar pekerjaan dengan gaji Rp. 50.000,- per bulan.
Namun keinginan untuk kuliah itu tetap tersimpan dalam hati, dengan saya mengumpulkan uang dari gaji yang tadi nya mulai dari Rp. 50.000,- sampai akhirnya sekitar Rp. 700.000,- per bulan. Setelah sekitar 5 tahun, saya mencoba kuliah dengan menggunakan uang saya sendiri, tanpa bantuan orang tua, dan dengan tetap sambil bekerja.
Saya dapat lulus dengan nilai yang tidak memalukan, kumlaude.... Ini tidak hanya membahagiakan saya tapi juga dapat melihat senyum diwajah kedua orang tua saya.

Alhamdulillah... Syukur pada Tuhan dan Terima kasih pada orang tua yang ternyata tanpa saya sadari telah mendidik saya untuk bisa mandiri dan bersungguh-sungguh dalam menggapai apa yang saya inginkan.




a rizaldi  - tukang durian |2009-08-22 06:20:25
“Man jadda wajada” dalam kehidupan saya (kisah nyata saya) adalah ketika saya seorang anak miskin yang tinggal di gubuk 4x4 meter pernah tercenung melihat sekolah, kuliah dan bekerja sebagai sebuah mimpi yang harus dibuang. Saat itu bersekolah bagi saya seperti kejatuhan durian, kuliah seperti menjadi toke durian dan bekerja seperti memiliki ribuan hektar pohon durian. Saya terduduk, dan mulai menghitung diri mau jadi kuli apa saya nanti. Keajaiban bermula ketika saya diminta kakek masuk pesantren paling jeblok yang isinya preman semua (karena kakek mantan guru di situ dan dengan begitu saya bebas uang sekolah, meski dengan nilai NEM tinggi saya bisa masuk rangking atas SMP terbaik), tujuan saya cuma satu, saya ingin buktikan keajaiban kata-kata Al-Quran “Man jadda wajada”, akhirnya dengan usaha sekeras membobol bukit batu saya masuk SMA terbaik dengan rangking pertama luar rayon, diterima di Universitas terbaik di jurusan passing grade tertinggi lewat UMPTN (meski harus menangis karena menghabiskan uang orang tua yang tidak seberapa) dan sekarang (detik saya menulis ini juga) menjadi General Manager di perusahaan besar dengan gaji yang cukup untuk membeli durian sebanyak-banyaknya. Siapa yang bersungguh-sungguh akan mendapat, intinya adalah kesabaran, percayalah.


din  - man jadda wajada |2009-10-14 14:58:28
saya berjuan dengan man jadda wajada
amin
pengagum rahasia  - Assalamu'alaikum |2010-07-24 09:14:22
:lol: :D
A. Muiz M  - 100 % lulus |2009-08-22 06:18:34
Pertama kali sekolah kami, SMP Nawa Kartika Wonogiri, mengikuti Ujian Nasional (th 2008), perasaan gamang menghantui kami: pengelola, guru, murid bahkan orang tua murid. Maklum, sebagai SMP baru yang belum pengalaman, dengan sarpras dan dana yang minim, ditambah dengan intake siswa yang pas-pasan, kegamangan itu wajar bila kami rasakan.



Tapi kami tidak patah arang. Bersemboyankan NOW OR NEVER, kami kembali menata niat dan keteguhan. Kami pacu siswa dengan beragam program: jam tambahan, drilling, uji coba yang sampai 6 kali, dan tidak lupa qiyamullail & mujahadah pun menjadi santapan kami sehari-hari. Terus-menerus itu kami lakukan selama kurang lebih 5 bulan. Perjuangan yang penuh air mata, sebab tidak jarang kami, guru-guru, tidak mendapat apa-apa ketika melakukannya, hanya sekedar teh dan makanan kecil.



Hasilnya?? Allahu Akbar. Siswa kami lulus 100%, bahkan dengan peringkat yang cukup memuaskan. Kami menduduki peringkat I dari seluruh SMP Swasta se kabupaten Wonogiri dan ke-16 dari semua SMP Negeri & Swasta se kabupaten. Bahkan, dengan pola yang sama, tahun 2009 ini, SMP kami menduduki peringkat ke-12 dari semua SMP Negeri & Swasta se kabupaten.



Ibin AR  - mencoba belajar terus |2009-08-22 06:16:56
mengelola perpustakaan sekolah bukan pekerjaan yang mudah, dan saya belum tahu ilmunya. pada awal tahun pelajaran 2008/2009 saya ditugasi mengelola perpustakaan. dan tugas pertama saya mengikuti sebuah seminar yang ternyata juga sebuah musyawarah wilayah DIY untuk para pengelola perpustakaan. walaupun saya belum tahu ilmu perpustakaan, saya mencoba mengikuti seminar dan musyawarah wilayah dengan baik dan aktif, mencoba belajar dari yang lain dan menata diri. dan akhir proses saya dapatkan sk gubernur untuk menjadi salah satu pengurus perpustakaan
giyatri  - membahagiakan orang tua |2009-08-22 06:14:55
Mungkin bagi orang lain ini bukan apa-apa. Tapi bagiku yang tidak punya apa-apa, ini sungguh berarti .....

Aku tak pernah membayangkan akan bekerja di tempat ini.
Setelah tamat kuliah 12 tahun yang lalu, aku mulai berusaha mencari pekerjaan. Tujuanku cuma satu, bisa membantu ekonomi keluargaku yang pas-pasan.
Entah sudah berapa banyak kantor yang kumasuki dan lamaran yang kubuat, tapi tetap saja belum berhasil.

Setelah 4 tahun mondar-mandir di setiap kantor dan lowongan, akhirnya aku masuk ke sebuah instansi pemerintah sebagai tenaga honorer.
Bagi beberapa orang temanku ataupun orang lain, ini adalah pekerjaan "hina" untuk seorang sarjana sepertiku. Tapi aku tak peduli, toh ini pekerjaan halal dan tidak melangar hukum. Aku mencoba menjalani pekerjaanku dengan segala keikhlasan. Walau tidak banyak, aku mulai bisa bantu orang tuaku.

Bertahun-tahun aku bertahan sebagai honorer. Sudah 3 kali ikut tes CPNS, tapi selalu gagal. Sementara teman-teman sesama honorer pada lulus, kemudian menikah. Aku merasa sedih ......
Sampai akhinya ada program pemerintah tentang pengangkatan pegawai negeri dari tenaga honorer dengan sistem data base.

Alhamdulillah, aku masuk data base. Saat ini aku sudah pemberkasan / melengkapi administrasi, tinggal menunggu SK.

Mungkin bagi orang lain ini hal biasa saja. Tapi bagiku, ini adalah keberhasilan dari kesabaran. Walau sampai saat ini aku belum menemukan kebahagiaan dalam cinta, tapi aku tetap merasa bersyukur dengan apa yang ku dapat saat ini.

Aku hanya ingin bisa membahagiakan kedua orang tuaku di masa-masa tuanya ....
Rosa ES  - Lukman |2009-08-21 23:13:03
Momen atau pengalaman "man jadda wajada" yang paling berkesan dan pernah saya alami dalam hidup.

Anakku Lukman (4 tahun 5 bulan) mengalami perkembangan pemerolehan bahasa yang lebih lambat daripada anak lain. Dia mengalami kesulitan untuk memberikan respon dan menerima makna yang diberikan oleh sekelilingnya. Lukman tidak mengalami kelainan organik. Struktur organ wicara dan pendengarannya baik (hanya saja dia cenderung hipersensitif terhadap suara – terkadang Lukman menutup telinga pada saat kegiatan menonton film). Lukman juga mempunyai kemampuan kognitif yang baik. Misalnya, ketika saya mengajarinya mengenali globe dengan mengatakan, “Lukman disini ni, di In Do Ne Sia,” Lukman meniru, “Indonesia.” Lalu saya menjelaskan di mana penguin, gajah, beruang kutub, dan dinosaurus. Ketika globe diputar lagi, Lukman dapat menyebutkan dengan tepat di mana letak hewan-hewan itu dan dirinya.

Lukman baru bisa mengatakan “Mama” diumur 2 tahun 3 bulan (tanggal 20 Juli 2007) itupun setelah sebelumnya di terapi wicara selama 2 bulan. Sampai saat ini Lukman masih di terapi wicara, ditambah terapi SI dan masuk sekolah 'biasa' ditahun 2008 (mulai dari kelas playgroup, sekarang sudah di TK kecil).

Membesarkan Lukman menjadi hari-hari yang penuh tantangan bagi kami, orangtuanya. Kami dengan jujur mengakui tidak mudah. Memahami masalah Lukman adalah sebuah PR besar.

Salah satu momen yang buat kami seperti kemenangan kecil adalah saat Lukman mau menyuarakan permintaannya. Seperti yang saya tulis di blog http://mamanya.wordpress.com/2009/01/30/another-lukmans-milestone/ dibawah ini kutipannya.

===============

Sore ini Mamanya seneeeng banget, Lukman sudah bisa minta.

Selama ini Lukman masih suka membeo dan kalau minta apa2 masih dengan nunjuk2 atau narik tangan Mamanya, kecuali kalau di prompt sebelumnya untuk ngomong.

Mulai minggu yll Lukman sudah mau ngomong untuk minta walaupun singkat2. Misalnya kalau minta dipasang CD binatang kesukaannya Lukman nunjuk CD player sambil bilang : “Mau jerapah”. Biasanya Mamanya nggak langsung pasangin, tapi Lukman disuruh menirukan dulu kalimat yang lengkap “Lukman bilang: Mama, Lukman mau pasang CD jerapah” dan biasanya Lukman mau menirukan.

Kadang Lukman juga kesal/marah kalau minta sesuatu dan kita suruh ngomong dulu. Tapi kita sih cuek saja, biar aja dia kesal/marah, karena biasanya Lukman mengalah dan mau menirukan dulu omongan tersebut.

Sore ini juga begitu.

Lukman lagi duduk dikursi makannya (yg pakai ikat pinggang biar nggak lari2 :-) ). Terus Lukman kepingin baca buku. Karena nggak bisa ngambil sendiri Lukman bunyi : “uh… uh…” sambil nunjuk dan mencondongkan badannya ke buku itu. Mamanya ngomong : “Lukman bilang” dan berhenti disitu supaya Lukman teruskan sendiri. Tapi Lukman cuma menatap muka Mamanya saja, belum menirukan. Mamanya pancing lagi : “Lukman bilang: Mama” stop lagi.

Rupanya Lukman sudah paham, dia ngomong : “Mama, Lukman mau buku”. Horeeeee Mamanya seneng banget, akhirnya Lukman bisa omongin permintaan tanpa dicontohkan sebelumnya!


PT Suksmawati  - Duh Sungguh Indah.......... |2009-08-11 12:36:46
Keajaiban yang luar biasa dari "Man Jadda Wajadda" kualami dalam keseharianku....

Setelah beberapa tahun pernikahanku, baru aku sadari bahwa ada satu yang kurang dan itu menjadi pokok selama ini....yaitu pengabdian dan pengorbanan. Jadi selama ini aku menjalani perkawinan ini tidak dengan sungguh-sungguh...(waduh padahal hal yang sangat krusial dalam kehidupan)

Kesadaranku muncul ketika beberapa moment mengingatkanku, bahwa apapun yang sudah aku punya saat ini harus aku syukuri.Selama ini aku banyak menuntut dan terlalu arogan untuk menjadi diri sendiri. Tanpa disertai dengan pengorbanan dan pengabdian yang sungguh-sungguh kepada keluarga.

Banyak hal yang menyadarkanku kini dan Subhanallah....Aku dengan kesungguh-sungguhanku dalam pengabdian pada keluarga (suami dan anak-anak), yang kudapatkan hal luar biasa...Suamiku sekarang sangat mencintaiku & anak2ku juga sangat menyayangi kami kedua orangtuanya...
khotam rusli  - yaqdzoh! |2009-08-09 09:13:18
selama hidup.. selama belajar.. selama mencari.. hanya prinsip itu yg menjadi pegangan. betapa tidak? hidup ini hanya sekali, apalagi saat dimana aku beranjak dewasa, dimana 'kemandirian adalah keniscayaan', maka 'kesungguhan' (jadd) adalah "bekal utama"
di pondok, di saat kuliah, saat mengabdi di tengah masyarakat, saat liburan, saat istirahat, bahkan ketika mata terbuka di pagi hari setelah semalaman tidur.. perlu kesungguhan untuk mengangkat pelupuk mata..
kawan..!
aku hanya orang biasa, banyak kekurangan, sarat ketidakmampuan, hanya satu yang jadi pedoman... "kesungguhan"
maka, sejak kelas 1-ekperimen-E, gedung yaqdzhoh 3 menjadi saksi.. dan ust. Abdurahman Alif beserta ust. Yusman Nashir yg keduanya dari Bangka mengajarkan: "barang siapa bersungguh2, dia akan mendapatkan", sehingga aku yakin kegagalan hanyalah baru awal dari percobaan.
semoga aku bisa menjadi apa adanya, menjadi bermanfaat adanya, menjadi bagian sejarah adanya.
Fahrul Rozi Munir |2009-08-07 08:26:48
"MAN JADDA WAJADDA"...kalimat motivasi yg simple, tapi kalo dipraktekkan akan menjadi sebuah kekuatan yang besar. Ayah saya contohnya. Ketika merantau ke Jakarta untuk mengais rezeki dari menjual bangku dan meja keliling Jakarta dengan menggunakan sepeda.Alhamdulillah, sekarang berkat kerja keras dan kesungguhan sudah bisa apa yang diimpikannya.Subhanallah, dulu propertinya seperti rumah dan workshop masih ngontrak. Sekarang sudah Milyaran. Maaf bukan untuk menyombongkan diri atau berbangga diri. Itu pengalaman orang tua saya, bukan diri saya. Karena saya berprinsip, seorang pemuda adalah yang mengatakan inilah saya, bukan mengatakan itu loh ayah saya". Abang Fuadi telah menginspirasi buat para pemuda untuk bangkit, jangan ngeluh atas keadaan yang ada, tapi segera bergerak menuju kesungguhan sejati. Wallahu'alam
Ahmad Dhahnial  - "Jadda" pas kuliah... |2009-08-05 17:27:21
Kalau saya, teringat jaman mau masuk kuliah.

Ibu saya seorang guru SD, kiriman di awal 2000an kurang lebih 250 rb..

Buat beli bayar kos di Depok, beli buku, fotokopi, rental komputer, teoritically nggak akan cukup. Apalagi buat semesteran..

Alhamduliilah, asalkan bersungguh-sungguh, akhirnya bisa juga..
Jimly Asshiddiqy  - Thank you |2009-10-30 06:48:53
I must say thanks for all what do you do in Darunnajah and i'm jimly i am for fan and i hope i can talk with you when you go here again..... :lol:
Abrar Einstein Juinior II  - Sungguh Luar BIasa |2010-05-18 19:37:32
:D :D :D :D :D :D :D :D :D :D :D :D :D
Hai uda ...........
sungguh luar biasa novel negeri 5 menara itu,,,,
aku sangat kagum akan ke piawaian uda dalam menulis ....
man jadda wa jadda sungguh sebuah mantra yang amat sakti ,,,
dan tuhan itu maha mendengar setiap doa hamba nya,jadi jangnlah menyepelekan doa dan cita-cita itu lah yang dapat ku ambil dari novel itu ,,,
uda sangat hebat,,,kita urang minang juga ikut bangga dengan novel uda itu
jadi kapan novel kedua dan ketiga nya keluar uda ????
novel negeri 5 menara itu sudah selesai ku baca sampai tamat bahkan aku juga telah 2 kali membaca nya,,,,
uda juga hebat membawakan bahasa minang dalam setiap bagian kata nya

ttd

abrar einstein junior II
pariaman
Anas Tinton Saputra  - Man jadda wajada |2010-12-09 10:31:10
Assalamua'laikum,,,Sebelum ana baca buku ini,ana kira pesantren itu tempat ny ga menyenangkan,terlalu bnyak aturan atau apalah,,,
tapi setelah ana baca buku ini,ana nyesel kaga masuk pesantren,,, soalnya dulu mama ana pernah nyuruh ana masuk pesantren tapi sayang nya ana tolak,,,,
sekarang baru ana sadar kalo seorang ibu itu selalu memilih yang terbaik untuk anaknya,,,, :cheer:

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Apa Kata Para Tokoh

andy-20noya-small2 Andy F. Noya, host talkshow KickAndy


“Kisah inspiratif dengan selipan humor khas pondok. Jarang ada novel yang bercerita tentang apa yang terjadi di balik sebuah pondok yang penuh teka -teki. Buku ini sarat dengan vitamin bagi jiwa kita.”

habibie-pemiluindonesiacom

BJ Habibie

"Novel yang berkisah tentang generasi muda bangsa ini penuh motivasi, bakat, semangat, dan optimisme untuk maju dan tidak kenal menyerah, merupakan pelajaran yang amat berharga bukan saja sebagai karya seni, tetapi juga tentang proses pendidikan dan pembudayaan untuk terciptanya sumberdaya insani yang handal."

Riri_riza_wikimedia.orgRiri Riza

" Masa remaja  selalu meninggalkan bekas yang kuat, penuh nostalgia.  Fuadi mengolah nostalgia menjadi novel yang menyentuh, sekaligus menjadi diskusi kritis sekaligus simpatik tentang pendidikan kehidupan. Negeri Lima Menara adalah kisah enam anak muda berbeda warna menembus pendidikan pesantren menuju dunia,  sebuah kisah yang menggelitik... "

hasanKH Hasan A. Sahal, Pimpinan Pondok Modern Gontor, Ponorogo

Novel ini bercerita bahwa ”pesantren kemasyarakatan” bebas mendidik anak bangsa dalam keislaman dan keilmuan. Alumninya dengan menumpang ”perahu moral” bisa melesat ke seantero bumi Sang Pencipta, untuk bermanfaat, bukan hanya dimanfaatkan. Semoga pembaca cerdas dan jujur menggali nilai-nilai fitri manusiawi darinya. Selamat menikmati.

farhan-krosceknews.comFarhan, Penyiar dan Pembawa Acara

Membaca mantera sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Seperti steroid untuk badan yang sudah remuk oleh usia, amphetamine untuk pikiran yang keruh oleh masalah dan antibiotik yang mengusir parasit-parasit yang melemahkan ! Aku terhenyak, terbangun dari peraduan, tempat membenamkan diri berpaling dari masalah, dengan alasan fatigue ! Bukan dengan amarah dendam tapi dengan semangat inspirasi untuk bangkit dan arif memandang tantangan.

liddle-voanews.comBill Liddle, profesor ilmu politik, Ohio State University, Columbus Ohio, AS

Pada masa Orde Baru, jutaan anak santri bermimpi dan berjuang untuk menjadi orang modern yang mampu hidup di mana-mana.  Melalui kisah enam teman sekelas di sebuah pondok modern yang terinspirasi kisah nyata, Fuadi berhasil menciptakan kembali ciri-ciri khas budaya masa itu, terutama kepercayaannya bahwa kunci sukses pribadi adalah kesungguhan dan keikhlasan.  Juga sesuai zamannya, tokoh-tokoh Fuadi sama sekali tidak mempersoalkan absahnya pemerintahan Suharto atau keyakinan mereka sendiri sebagai orang yang beragama.  Novel ini perlu dibaca oleh setiap orang, baik Muslim maupun non-Muslim, yang ingin mengerti fondasi budaya kelas menengah zaman Reformasi.

helvy-facebookHelvy Tiana Rosa, Sastrawan dan Dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNJ

Novel ini antara lain bertutur tentang hubungan yang menyentuh antara anak dan ibu serta murid dan guru. Akhirnya kita yakin haqqul yakin, bahwa kombinasi patuh kepada ibu, hormat kepada guru dan usaha pantang menyerah adalah rumus sukses yang tak terlawankan. Berbahagialah para ibu yang telah membawa beragam keajaiban dan kemungkinan buat anaknya. Layak dibaca para ibu yang bermimpi membesarkan anak-anak terbaik.

Komentar tokoh lain bisa dilihat di menu "Apa Kata Para Tokoh"

Login Form
Statistik
Content View Hits : 498024