Cuplikan 3 : Sekelebat Bayangan Hitam

Teng…teng…teng…teng…Suara lonceng besar di depan gedung pertemuan bergema sampai jauh. Belum lagi gaungnya padam, semua penjuru sepi senyap, tidak ada orang satupun. Kami berpandang-pandangan dengan kalut. Kalau mengikuti qanun yang dibacakan tadi malam, lonceng 4 kali di jam 5 artinya adalah tanda semua aktifitas harus berhenti dan semua murid sudah harus ada di masjid dengan pakaian rapi dan bersarung.


Jangankan duduk manis bersarung di masjid. Kami masih menggotong lemari di tengah lapangan. Artinya kami telah melawan perintah lonceng, alias terlambat. Dari kejauhan, aku lihat asrama kami seperti rumah hantu, kosong, sepi, tak satu jiwa pun. Pasti mereka semua telah ada di masjid, sesuai aturan waktu kegiatan yang disiplin.

Kami seperti sekawanan tentara yang terjebak di padang terbuka, tanpa perlindungan sama sekali. Kami telah dengan telak melanggar qanun di hari pertamanya berlaku. Aku hanya bisa berharap, sebagai murid baru kami bisa dimaafkan terlambat barang 5 menit. Lagi pula, sejauh ini tidak ada petugas keamanan yang mencegat kami.

“Ayo lebih cepat”, seru Said di posisi paling depan. Posisinya seperti pelari sprint yang memimpin paling depan. Ringan, enteng, cepat.

“Kumaha cepat, ini beratnya minta ampun”, balas Atang, sambil menggerutu. Dia menyeret lemarinya di tanah. Raja tidak bisa menyembunyikan bahasa aslinya, yang terdengar hanya “bah, bah, bah” berkali-kali.

Aku, Baso dan Dulmajid mendengus-dengus dari belakang.

“Tenang akhi, sebentar lagi kita akan selamat. Asrama hanya tinggal 100 meter lagi.Insya Allah tidak akan kena hukum. Sedikit lagi…” kata Said dengan optimis memberi kami harapan.

Harapan yang terlalu indah. Tiba-tiba....wusss...... Sebuah bayangan hitam berkelebat kencang dan berhenti mendadak di depan kami yang sedang ngos-ngosan. Sebuah sepeda legam berkilat-kilat. Jejak rodanya membentuk setengah lingkaran menghalangi jalan kami.

“Qif ya akhi....BERHENTI SEMUA,” suara keras mengguntur membuat kami terpaku kaget. Rasanya darah surut dari wajahku. Gerimis semakin rapat. Langit senja semakin kelam.

Duduk tegap di sadel sepedanya, kami melihat seorang laki-laki muda, berjas hitam, berkopiah, sebuah sajadah merah tersampir di bahu kirinya. Di dadanya tersemat sebuah pin perak bundar berkilat bertuliskan “Kismul Amni”—Bagian Keamanan. Kalau ini film Cowboy, dia adalah seorang sheriff berwajah keras yang siap mengokang pistolnya. Dengan enteng dia meloncat dari sadel. Sepedanya diberi kaki. Langkahnya cepat menuju kami. Sret..sret..sret, sarungnya tidak mempengaruhi keligatan gerakannya.

 

Negeri Lima Menara adalah novel pertama A. Fuadi. Diterbitkan Gramedia pertengahan Agustus 2009. Novel ini bagian pertama dari trilogi.

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
harum Irarosiyana  - i like it |2011-12-24 17:05:06
:cheer: ceritanya inspiratif.membuat aya yakin usaha keras itu selalu menghasilkan hal yang baik.. Siapa yg sungguh2 pasti sukses
NQZ |2011-09-27 09:17:18
Negeri 5 Menara n Ranah 3 Warna adl novel yg membuka pikiranQ kalau hal yang sepertinya tak mungkin itu pasti akan menjadi mungkin seperti halnya sebuah cita2.. n sangatlah mjd Inspirator di saat putus asa n terpuruk..I Like it at all..
Man jadda wajada wa Man shabara Zhafira !!! :idea: :) :cheer:
nrd_anto |2011-09-04 16:24:00
Negeri 5 Menara sangat inspiratif..
membuat orang mampu merasa berada dalam cerita tersebut, saya pun tertarik untuk masuk ke POndok Madani Gontor itu.., tapi apakah Pondok Madani yang skarang masih sama dengan Pondok Madani yang diceritakan di Negeri 5 Menara? karena saya dengar dari teman Pondok Modern Gontor itu skarang di bagi sampai Gontor 15. Maksudnya gimana yah ? mohon penjelasannya! syukron.. wassalamu'alaikum..
ilham akbar jasman |2010-08-21 14:44:23
:cheer: gw ingin masuk pondok madani...
gw ingin pindah pondok....
fauzi rahman |2010-08-22 11:16:26
akhi pondok madani itu sebenarnya adalah pondok modern Gontor, ponorogo klo mo tahu lebih jelas silahkan kunjungi website nya

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Apa Kata Para Tokoh

andy-20noya-small2 Andy F. Noya, host talkshow KickAndy


“Kisah inspiratif dengan selipan humor khas pondok. Jarang ada novel yang bercerita tentang apa yang terjadi di balik sebuah pondok yang penuh teka -teki. Buku ini sarat dengan vitamin bagi jiwa kita.”

habibie-pemiluindonesiacom

BJ Habibie

"Novel yang berkisah tentang generasi muda bangsa ini penuh motivasi, bakat, semangat, dan optimisme untuk maju dan tidak kenal menyerah, merupakan pelajaran yang amat berharga bukan saja sebagai karya seni, tetapi juga tentang proses pendidikan dan pembudayaan untuk terciptanya sumberdaya insani yang handal."

Riri_riza_wikimedia.orgRiri Riza

" Masa remaja  selalu meninggalkan bekas yang kuat, penuh nostalgia.  Fuadi mengolah nostalgia menjadi novel yang menyentuh, sekaligus menjadi diskusi kritis sekaligus simpatik tentang pendidikan kehidupan. Negeri Lima Menara adalah kisah enam anak muda berbeda warna menembus pendidikan pesantren menuju dunia,  sebuah kisah yang menggelitik... "

hasanKH Hasan A. Sahal, Pimpinan Pondok Modern Gontor, Ponorogo

Novel ini bercerita bahwa ”pesantren kemasyarakatan” bebas mendidik anak bangsa dalam keislaman dan keilmuan. Alumninya dengan menumpang ”perahu moral” bisa melesat ke seantero bumi Sang Pencipta, untuk bermanfaat, bukan hanya dimanfaatkan. Semoga pembaca cerdas dan jujur menggali nilai-nilai fitri manusiawi darinya. Selamat menikmati.

farhan-krosceknews.comFarhan, Penyiar dan Pembawa Acara

Membaca mantera sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Seperti steroid untuk badan yang sudah remuk oleh usia, amphetamine untuk pikiran yang keruh oleh masalah dan antibiotik yang mengusir parasit-parasit yang melemahkan ! Aku terhenyak, terbangun dari peraduan, tempat membenamkan diri berpaling dari masalah, dengan alasan fatigue ! Bukan dengan amarah dendam tapi dengan semangat inspirasi untuk bangkit dan arif memandang tantangan.

liddle-voanews.comBill Liddle, profesor ilmu politik, Ohio State University, Columbus Ohio, AS

Pada masa Orde Baru, jutaan anak santri bermimpi dan berjuang untuk menjadi orang modern yang mampu hidup di mana-mana.  Melalui kisah enam teman sekelas di sebuah pondok modern yang terinspirasi kisah nyata, Fuadi berhasil menciptakan kembali ciri-ciri khas budaya masa itu, terutama kepercayaannya bahwa kunci sukses pribadi adalah kesungguhan dan keikhlasan.  Juga sesuai zamannya, tokoh-tokoh Fuadi sama sekali tidak mempersoalkan absahnya pemerintahan Suharto atau keyakinan mereka sendiri sebagai orang yang beragama.  Novel ini perlu dibaca oleh setiap orang, baik Muslim maupun non-Muslim, yang ingin mengerti fondasi budaya kelas menengah zaman Reformasi.

helvy-facebookHelvy Tiana Rosa, Sastrawan dan Dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNJ

Novel ini antara lain bertutur tentang hubungan yang menyentuh antara anak dan ibu serta murid dan guru. Akhirnya kita yakin haqqul yakin, bahwa kombinasi patuh kepada ibu, hormat kepada guru dan usaha pantang menyerah adalah rumus sukses yang tak terlawankan. Berbahagialah para ibu yang telah membawa beragam keajaiban dan kemungkinan buat anaknya. Layak dibaca para ibu yang bermimpi membesarkan anak-anak terbaik.

Komentar tokoh lain bisa dilihat di menu "Apa Kata Para Tokoh"

Login Form
Statistik
Content View Hits : 498051