Merantau, Koran Tempo dan N5M

Koran Tempo hari Minggu (4/10) menurunkan sebuah tulisan tentang N5M di rubrik "Buku" dengan judul Perantauan Sebagai Inspirasi Novel. Berikut sebagian kutipan dari artikel itu:

Orang berilmu dan beradab tak akan diam di kampung halaman. Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang. Merantaulah, maka engkau akan menemukan pengganti dari kerabat dan sahabatmu. Bersakit-sakitnya, maka manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Sebagaimana kata mutiara Imam Syafii itu, betapapun melelahkannya, petualangan atau perantauan bisa membuahkan pengalaman yang membangkitkan inspirasi. Dan bagi ketiga penulis--A. Fuadi, Nugraha Wasistha, dan Muhammad Najib--petualangan menginspirasi mereka untuk menulis novel.

Dari tanah kelahirannya di Bayur, Sumatera Barat, Ahmad Fuadi merantau ke Jawa untuk meneruskan pendidikan di Pondok Modern Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, lantas melanjutkan kuliah ke Washington dan London. Ia menuangkan pengalaman itu dalam novelnya, Negeri 5 Menara, yang jalan ceritanya mirip pengalamannya.

Lewat tokoh Alif Fikri dan lima sahabatnya yang nyantri di Pondok Madani, Fuadi mengisahkan seluk-beluk kehidupan pesantren, yang niscaya asing bagi mereka yang tak pernah mengalaminya. Sepintas, jalan ceritanya mengingatkan kita pada kisah Harry Potter, namun bukan masuk sekolah sihir, melainkan pesantren.

Novel ini memang tanpa sihir atau misteri. Fuadi semata mengisahkan semangat dan pengalaman unik tokoh-tokohnya, yang berupaya maju dalam pendidikan yang inspiratif. Dengan kelucuan yang terasa wajar dan penuh kepolosan khas anak-anak, sesekali ceritanya mengundang tawa.

Dari gaya berceritanya, terkesan Fuadi cukup menguasai bahasa dan kata, sehingga diksinya mantap dan kosakatanya kaya. Deskripsi yang mendetail--namun tak berlebihan--bertaburan dalam novel ini, sehingga membuat dunia Alif terasa begitu hidup.

Selengkapnya ada di http://www.korantempo.com/korantempo/koran/2009/10/04/Buku/index.html

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
mohammad ihsan  - better than harry potter |2010-04-30 18:57:39
cerita N5M ini lebih bagus daripada harry potter. ane jadi pingin baca cerita terbarunya, jadi penasaran. terima kasih akhi, ane jadi ketagihan baca kayaknya, hahahha dulunya malas baca. bahasa antum sangat bagus dan mudah diserap.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Apa Kata Para Tokoh

andy-20noya-small2 Andy F. Noya, host talkshow KickAndy


“Kisah inspiratif dengan selipan humor khas pondok. Jarang ada novel yang bercerita tentang apa yang terjadi di balik sebuah pondok yang penuh teka -teki. Buku ini sarat dengan vitamin bagi jiwa kita.”

habibie-pemiluindonesiacom

BJ Habibie

"Novel yang berkisah tentang generasi muda bangsa ini penuh motivasi, bakat, semangat, dan optimisme untuk maju dan tidak kenal menyerah, merupakan pelajaran yang amat berharga bukan saja sebagai karya seni, tetapi juga tentang proses pendidikan dan pembudayaan untuk terciptanya sumberdaya insani yang handal."

Riri_riza_wikimedia.orgRiri Riza

" Masa remaja  selalu meninggalkan bekas yang kuat, penuh nostalgia.  Fuadi mengolah nostalgia menjadi novel yang menyentuh, sekaligus menjadi diskusi kritis sekaligus simpatik tentang pendidikan kehidupan. Negeri Lima Menara adalah kisah enam anak muda berbeda warna menembus pendidikan pesantren menuju dunia,  sebuah kisah yang menggelitik... "

hasanKH Hasan A. Sahal, Pimpinan Pondok Modern Gontor, Ponorogo

Novel ini bercerita bahwa ”pesantren kemasyarakatan” bebas mendidik anak bangsa dalam keislaman dan keilmuan. Alumninya dengan menumpang ”perahu moral” bisa melesat ke seantero bumi Sang Pencipta, untuk bermanfaat, bukan hanya dimanfaatkan. Semoga pembaca cerdas dan jujur menggali nilai-nilai fitri manusiawi darinya. Selamat menikmati.

farhan-krosceknews.comFarhan, Penyiar dan Pembawa Acara

Membaca mantera sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Seperti steroid untuk badan yang sudah remuk oleh usia, amphetamine untuk pikiran yang keruh oleh masalah dan antibiotik yang mengusir parasit-parasit yang melemahkan ! Aku terhenyak, terbangun dari peraduan, tempat membenamkan diri berpaling dari masalah, dengan alasan fatigue ! Bukan dengan amarah dendam tapi dengan semangat inspirasi untuk bangkit dan arif memandang tantangan.

liddle-voanews.comBill Liddle, profesor ilmu politik, Ohio State University, Columbus Ohio, AS

Pada masa Orde Baru, jutaan anak santri bermimpi dan berjuang untuk menjadi orang modern yang mampu hidup di mana-mana.  Melalui kisah enam teman sekelas di sebuah pondok modern yang terinspirasi kisah nyata, Fuadi berhasil menciptakan kembali ciri-ciri khas budaya masa itu, terutama kepercayaannya bahwa kunci sukses pribadi adalah kesungguhan dan keikhlasan.  Juga sesuai zamannya, tokoh-tokoh Fuadi sama sekali tidak mempersoalkan absahnya pemerintahan Suharto atau keyakinan mereka sendiri sebagai orang yang beragama.  Novel ini perlu dibaca oleh setiap orang, baik Muslim maupun non-Muslim, yang ingin mengerti fondasi budaya kelas menengah zaman Reformasi.

helvy-facebookHelvy Tiana Rosa, Sastrawan dan Dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNJ

Novel ini antara lain bertutur tentang hubungan yang menyentuh antara anak dan ibu serta murid dan guru. Akhirnya kita yakin haqqul yakin, bahwa kombinasi patuh kepada ibu, hormat kepada guru dan usaha pantang menyerah adalah rumus sukses yang tak terlawankan. Berbahagialah para ibu yang telah membawa beragam keajaiban dan kemungkinan buat anaknya. Layak dibaca para ibu yang bermimpi membesarkan anak-anak terbaik.

Komentar tokoh lain bisa dilihat di menu "Apa Kata Para Tokoh"

Login Form
Statistik
Content View Hits : 498050