N5M di Delta FM

Dipandu oleh Farhan, talkshow Negeri 5 Menara di Delta FM hari Jumat (11/9) lalu menghadirkan A. Fuadi. Diskusi berlangsung menarik dan diselingi humor. Farhan membuka dengan membaca halaman awal bab "Pesan dari Masa Silam" dan menutup dengan membaca potongan terakhir di bab "Trafalgar Square". ...dulu kami tidak takut bermimpi, walau sejujurnya juga tidak tahu bagaimana mewujudkannya. Tapi lihatlah hari ini. Setelah kami mengerahkan segala ikhtiar dan menggenapkan dengan doa, Tuhan mengirim benua impian ke pelukan kami masing-masing. Kun fayakun, maka semula awan impian, kini hidup yang nyata. Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apa pun. Tuhan sungguh Maha Mendengar. Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan sukses.

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
ari  - sangat menyentuh |2010-05-29 11:38:07
saya sampai menitikan air mata ketika membaca sebagian cerita N5M, begitu aku larut dibuatnya, akan tetapi juga banyak insfirasi dan motivasi hidup disana untuk mencapai sebuah kesuksesan. terima kasih banyak motivasi dan insfirasinya untuk hidup lebih bermakna dan untuk hidup lebih hidup lagi.

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Apa Kata Para Tokoh

andy-20noya-small2 Andy F. Noya, host talkshow KickAndy


“Kisah inspiratif dengan selipan humor khas pondok. Jarang ada novel yang bercerita tentang apa yang terjadi di balik sebuah pondok yang penuh teka -teki. Buku ini sarat dengan vitamin bagi jiwa kita.”

habibie-pemiluindonesiacom

BJ Habibie

"Novel yang berkisah tentang generasi muda bangsa ini penuh motivasi, bakat, semangat, dan optimisme untuk maju dan tidak kenal menyerah, merupakan pelajaran yang amat berharga bukan saja sebagai karya seni, tetapi juga tentang proses pendidikan dan pembudayaan untuk terciptanya sumberdaya insani yang handal."

Riri_riza_wikimedia.orgRiri Riza

" Masa remaja  selalu meninggalkan bekas yang kuat, penuh nostalgia.  Fuadi mengolah nostalgia menjadi novel yang menyentuh, sekaligus menjadi diskusi kritis sekaligus simpatik tentang pendidikan kehidupan. Negeri Lima Menara adalah kisah enam anak muda berbeda warna menembus pendidikan pesantren menuju dunia,  sebuah kisah yang menggelitik... "

hasanKH Hasan A. Sahal, Pimpinan Pondok Modern Gontor, Ponorogo

Novel ini bercerita bahwa ”pesantren kemasyarakatan” bebas mendidik anak bangsa dalam keislaman dan keilmuan. Alumninya dengan menumpang ”perahu moral” bisa melesat ke seantero bumi Sang Pencipta, untuk bermanfaat, bukan hanya dimanfaatkan. Semoga pembaca cerdas dan jujur menggali nilai-nilai fitri manusiawi darinya. Selamat menikmati.

farhan-krosceknews.comFarhan, Penyiar dan Pembawa Acara

Membaca mantera sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Seperti steroid untuk badan yang sudah remuk oleh usia, amphetamine untuk pikiran yang keruh oleh masalah dan antibiotik yang mengusir parasit-parasit yang melemahkan ! Aku terhenyak, terbangun dari peraduan, tempat membenamkan diri berpaling dari masalah, dengan alasan fatigue ! Bukan dengan amarah dendam tapi dengan semangat inspirasi untuk bangkit dan arif memandang tantangan.

liddle-voanews.comBill Liddle, profesor ilmu politik, Ohio State University, Columbus Ohio, AS

Pada masa Orde Baru, jutaan anak santri bermimpi dan berjuang untuk menjadi orang modern yang mampu hidup di mana-mana.  Melalui kisah enam teman sekelas di sebuah pondok modern yang terinspirasi kisah nyata, Fuadi berhasil menciptakan kembali ciri-ciri khas budaya masa itu, terutama kepercayaannya bahwa kunci sukses pribadi adalah kesungguhan dan keikhlasan.  Juga sesuai zamannya, tokoh-tokoh Fuadi sama sekali tidak mempersoalkan absahnya pemerintahan Suharto atau keyakinan mereka sendiri sebagai orang yang beragama.  Novel ini perlu dibaca oleh setiap orang, baik Muslim maupun non-Muslim, yang ingin mengerti fondasi budaya kelas menengah zaman Reformasi.

helvy-facebookHelvy Tiana Rosa, Sastrawan dan Dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNJ

Novel ini antara lain bertutur tentang hubungan yang menyentuh antara anak dan ibu serta murid dan guru. Akhirnya kita yakin haqqul yakin, bahwa kombinasi patuh kepada ibu, hormat kepada guru dan usaha pantang menyerah adalah rumus sukses yang tak terlawankan. Berbahagialah para ibu yang telah membawa beragam keajaiban dan kemungkinan buat anaknya. Layak dibaca para ibu yang bermimpi membesarkan anak-anak terbaik.

Komentar tokoh lain bisa dilihat di menu "Apa Kata Para Tokoh"

Login Form
Statistik
Content View Hits : 498040