Apa Kata Para Tokoh?


Andy Noya,
Wartawan dan host talkshow KickAndy
“Kisah inspiratif dengan selipan humor khas pondok. Jarang ada novel yang bercerita tentang apa yang terjadi di balik sebuah pondok yang penuh teka-teki. Buku ini sarat dengan vitamin bagi jiwa kita”


BJ Habibie

Novel yang berkisah tentang generasi muda bangsa ini penuh motivasi, bakat, semangat, dan optimisme untuk maju dan tidak kenal menyerah, merupakan pelajaran yang amat berharga bukan saja sebagai karya seni, tetapi juga tentang proses pendidikan dan pembudayaan untuk terciptanya sumberdaya insani yang handal.

Andaikan banyak anak bangsa yang mempunyai kesempatan dan pengalaman seperti mereka, akan beruntunglah bangsa Indonesia dalam mewujudkan masa depannya yang maju dan sejahtera, yang disegani dan sejajar dengan bangsa-bangsa lain.


Riri Riza, Pembuat Film

" Masa remaja  selalu meninggalkan bekas yang kuat, penuh nostalgia.  Ahmad Fuadi mengolah nostalgia menjadi novel yang menyentuh, sekaligus menjadi diskusi kritis sekaligus simpatik tentang pendidikan kehidupan. Negeri Lima Menara adalah kisah enam anak muda berbeda warna menembus pendidikan pesantren menuju dunia,  sebuah kisah yang menggelitik... "

KH Hasan A. Sahal, Pimpinan Pondok Modern Gontor, Ponorogo

Novel ini bercerita bahwa ”pesantren kemasyarakatan” bebas mendidik anak bangsa dalam keislaman dan keilmuan. Alumninya dengan menumpang ”perahu moral” bisa melesat ke seantero bumi Sang Pencipta, untuk bermanfaat, bukan hanya dimanfaatkan. Semoga pembaca cerdas dan jujur menggali nilai-nilai fitri manusiawi darinya. Selamat menikmati.


Emha Ainun Nadjib
Masyarakat dunia, khususnya Indonesia, sedang mengolah kekayaan alam, kreativitas pengetahuan dan invensi serta inovasi teknologi menjadi sampah kebudayaan, kekonyolan mental, kehinaan moral dan kekerdilan kemanusiaan. Fuadi melakukan yang sebaliknya: dengan bukunya ini ia mengolah sampah-sampah masa silam kehidupannya menjadi emas permata masa depan. Apa itu gerangan? Bagi siapa pun yang mengerti emas permata nilai-nilai kehidupan, mereka tidak memerlukan saya menjelaskannya. Dan bagi yang tidak pernah belajar mengerti, sia-sia saya menjelaskannnya


Kak Seto, Ketua Komnas Perlindungan Anak

Membaca buku “Negeri Lima Menara” karangan Bung Ahmad Fuadi sungguh mengasyikkan. Kita semua diajak untuk berkelana melihat cantiknya dunia dalam mimpi-mimpi indah yang dibalut dengan kerja keras dan semangat juang yang luar biasa! Bahwa mantera sakti “man jadda wajada” akan senantiasa memotivasi setiap anak dan akan melahirkan kesuksesan di masa depan manakala diikuti dengan kreativitas, ketabahan dan kerendahan hati. Saya belajar banyak dari buku ini. Dan buku ini memang layak dibaca oleh siapa pun yang ingin maju dan sukses

 

Akmal Nasery Basral, jurnalis-novelis

Ahmad Fuadi menggabungkan kejelian observasi seorang reporter dan kekalisan jelajah imajinasi literer dalam Negeri Lima Menara yang inspiratif. Dinamika kehidupan internal pesantren berpadu mulus dengan riuhnya suasana global di jantung peradaban modern yang serba bergegas. Sebuah novel yang membuktikan bahwa tak ada hal yang tak bisa dicapai manusia di dalam hidupnya. Man jadda wajada.

Bill Liddle, profesor ilmu politik, Ohio State University, Columbus Ohio, AS.

Pada masa Orde Baru, jutaan anak santri bermimpi dan berjuang untuk menjadi orang modern yang mampu hidup di mana-mana. Melalui kisah enam teman sekelas di sebuah pondok modern yang terinspirasi kisah nyata, Ahmad Fuadi berhasil menciptakan kembali ciri-ciri khas budaya masa itu, terutama kepercayaannya bahwa kunci sukses pribadi adalah kesungguhan dan keikhlasan. Juga sesuai zamannya, tokoh-tokoh Fuadi sama sekali tidak mempersoalkan absahnya pemerintahan Suharto atau keyakinan mereka sendiri sebagai orang yang beragama. Novel ini perlu dibaca oleh setiap orang, baik Muslim maupun non-Muslim, yang ingin mengerti fondasi budaya kelas menengah zaman Reformasi.

Erbe Sentanu, Penulis Buku Quantum Ikhlas, Pelopor Industri Kesadaran di Indonesia
"Demonstrasi yang indah tentang kekuatan ikhlas dan “kesengajaan” prasangka baik kepada Tuhan. Rumus proses belajar yang jitu: yaitu murid ikhlas diajar, guru ikhlas mengajar. Hasilnya secara tidak disangka-sangka, terbuka lebarlah pintu hikmah dan pintu dunia akhirat. Beranilah bermimpi dan berharap karena Tuhan Maha Mendengar. Novel yang sangat saya anjurkan untuk dibaca dan direnungkan..."

"Ditulis “menggunakan kata” hati, sehingga terasa menyentuh hati. Di tengah semua pergumulan hidup, akhirnya keikhlasan yang putih akan selalu memenangkan dunia dan akhirat. Bacalah dan ambillah hikmahnya.."

 

Gola Gong, Pengarang, Pengelola Rumah Dunia

“Negeri Lima Menara” membuat saya ingin kembali memutar arus waktu. Saya ingin kembali ke masa kanak-kanak dan mengalami masa seperti  Alif, Said, Atang, Dulmajid, Baso dan Raja. Masa dimana merajut cita-cita, membentangkan permadani mimpi seluas samudra sangat lah indah. Novel ini – lagi-lagi – semakin meyakinkan saya, bahwa dengan bermimpi kita memiliki masa depan. Buku ini bagus sekali untuk dibaca oleh keluarga muda, yang sedang merenda hari depan. Membaca buku ini,  semakin memastikan bahwa hidup ini indah dan memiliki cita-cita setinggi langit adalah sesuatu yang memungkinkan.  Seperti yang ditulis pengarang buku ini, “Modal kami hanya berani bermimpi, lalu berusaha, bekerja keras dan menggenapkan dengan doa. Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh akan berhasil…” Jadi, bacalah buku ini! Dan kita akan mendapatkan spirit itu.

 

Ahmad Syafii Maarif, Pendiri Maarif Institute dan Mantan Ketua Muhammadiyah

“Novel yang berkisah tentang perjalanan rantau anak muda Minang pastilah mengasyikkan untuk diikuti, apalagi jika rantau itu telah menggapai ujung dunia. Filosofi “alam terkembang jadi guru” telah dibuktikan oleh penulis novel yang berasal dari kitaran Danau Maninjau yang elok itu.

 

Arief Rachman, Guru Besar Universitas Negeri Jakarta

“Negeri Lima Menara” adalah tulisan yang sangat inspiratif dan saya anjurkan untuk dibaca oleh masyarakat pendidikan. Dari “Negeri Lima Menara” ini kita merasakan kekuatan pandangan hidup yang mendasari bangkitnya semangat untuk mencapai harga diri, prestasi dan martabat diri. Keterikatan, peleburan dan pencerahan diri dari kekuatan Allah SWT telah mendasari semua kegiatan menjadi ibadah dan keberkahan. Dari kekuatan inilah penulis novel ini memberikan perenungan bagi pembaca untuk tidak putus asa dalam hidup dan bermanfaat bagi diri, keluarga, masyarakat bangsa dan agama.

 

Komaruddin Hidayat, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

"Sebuah novel yg merekam pengembaraan anak kampung di pinggiran danau Maninjau menjejakkan kaki dan tinggal di Washington DC, pusat superpower dunia. Sebuah mozaik kehidupan mimpi seorang santri kampung yang mengepakkan sayapnya memasuki dunia baru berkat pendidikan dan nyalinya yang kuat. Wajib dibaca oleh penutur agama khususnya"

 

Farhan, Penyiar dan Pembawa Acara

Membaca mantera sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Seperti steroid untuk badan yang sudah remuk oleh usia, amphetamine untuk pikiran yang keruh oleh masalah dan antibiotik yang mengusir parasit-parasit yang melemahkan ! Aku terhenyak, terbangun dari peraduan, tempat membenamkan diri berpaling dari masalah, dengan alasan fatigue ! Bukan dengan amarah dendam tapi dengan semangat inspirasi untuk bangkit dan arif memandang tantangan.

 

Ary Ginanjar Agustian – Penulis Buku Best Seller ESQ

“Kisah dalam buku ini menggelorakan semangat untuk mewujudkan impian sekaligus memberi keyakinan bahwa kesungguhan akan membuahkan keberhasilan. Bacaan yang tanpa disadari mengasah kecerdasan emosi dan spiritual.”

 

Udjo, Project Pop

Membaca buku ini pikiranku melayang langsung masuk ke sebuah 'dongeng' perjalanan tentang persahabatan, hidup dan mimpi.....Tidak sadar ternyata dongeng itu berdasarkan kisah nyata dari sang penulis. Ingin rasanya menjadi bagian dari kisah yang menakjubkan ini. Jadi sahabat yang ke tujuh, mungkin gak yaa?:) Tampaknya kini giliran aku punya mimpi dan meyakini bahwa mimpi itu bisa terjadi....Sungguh inspiratif!

Sarlito Wirawan Sarwono, psikolog

Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua atas izin Allah dan usaha manusia. Buku ini buktinya. Sangat menggugah inspirasi. Ditulis dalam bahasa yang enak dibaca. Terkadang serius, lebih sering kocak. Kesimpulannya “man jadda wa jada”, artinya “yang penting usaha”. Maka Allah akan membukakan jendela-jendela dunia.

 

Wicaksono, wartawan Majalah Tempo, blogger
Membaca novel ini bagaikan menikmati laporan jurnalistik seorang wartawan kawakan. Begitu detail dan penuh deskripsi. Kita seperti dibawa bertamasya secara spiritual, dari Bukittinggi yang permai hingga Washington yang bersalju. Dari Pondok Madani yang ajaib hingga Trafalgar Square yang menegakkan bulu roma. Sangat inspiratif.

Helvy Tiana Rosa, Sastrawan dan Dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNJ

Novel ini antara lain bertutur tentang hubungan yang menyentuh antara anak dan ibu serta murid dan guru. Akhirnya kita yakin haqqul yakin, bahwa kombinasi patuh kepada ibu, hormat kepada guru dan usaha pantang menyerah adalah rumus sukses yang tak terlawankan. Berbahagialah para ibu yang telah membawa beragam keajaiban dan kemungkinan buat anaknya. Layak dibaca para ibu yang bermimpi membesarkan anak-anak terbaik.

 

Herry Nurdi, Pemimpin Redaksi Majalah Sabili

Perjalanan selalu memberikan imbalan pelajaran. Tentang banyak hal. Tentang ruang, tentang waktu, juga tentang orang dan nilai fundamental. Novel ini menyarikan sekaligus menyajikan beragam perjalanan dengan tokoh-tokohnya yang mengisahkan pelajaran untuk para pembacanya. Selamat membaca dan menemukan banyak hal di Negeri Lima Menara

 

Sitta Karina, penulis novel dan kontributor majalah CosmoGIRL!
"Penelusuran jejak-jejak persahabatan dan pencapaian cita-cita diramu dalam kisah yang sekaligus melibatkan petualangan, religi, dan wawasan yang mengesankan.

Gamawan Fauzi, Gubernur Sumatera Barat

Membaca buku ini, seperti bangkitnya sastrawan besar masa lalu dari Ranah Minang. Tapi kali ini nuansanya semakin luas dan mengglobal tak sebatas nusantara, apalagi terbatas pada tradisi kultural Minangkabau. Ada hal yang baru dan menarik bagi saya sebagai Gubernur, bahwa betapapun luasnya pergaulan dan modernnya peradaban yang dimasuki kehidupan anak manusia, dia tak dapat melepaskan diri sama sekali dari akar kultural yang dimilikinya. Ini sebuah kehidupan dan model baru karya sastra “anak” Minang masa kini yang berbeda dengan masa lalu, ketika Rantau masih terbatas wilayahnya. Semoga tulisan ini menjadi bahan kajian sastra modern di tanah air kita.

Comments
Add New Search
+/-
Write comment
Name:
Email:
 
Title:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
rizka  - motivasi |2012-01-08 14:55:24
dari novel ini saya di ajak berimajinasi dan terhipnotis ke sebuah tempat yang penuh denga impian, man jadda wajada.. terima kasih saya termotivasi sekali...
Wandie  - Sukron bung Fuadi |2011-12-14 21:58:18
Terbitnya buku ini bertepatan dengan masuknya anak saya ke pesantren sejenis Di Darqo, tidak mudah untuk meyakinkan putri saya untuk belajar di pondok tapi dengan terbitnya buku ini mempermudah saya dalam meyakinkan putri saya untuk belajar di pondok, semoga putri saya bisa mengikuti jejak penulis, sukron bung Fuadi
clara vita  - thank a.fuadi |2011-12-09 13:47:13
aku sdah berkali2 membaca negeri 5 menara. tapi tak pernah bosan. igin selalu membaca nya... buku yang bar siap aku nanti
ahmad alimuddin |2011-12-02 14:18:49
:) novel yang tlah membangkitkan semangatku untuk terus tinggal di pondok, di kala semua tman dan ustadz cuek dan benci padaku,, tapi masih ada ustazah yang perhatian denganku dan menyuruhku membaca buku negeri 5 menara. makasih untuk pengarang, negeri 5 menara ikut andil dalam menentukan hidupku,, jazakumullah...
hasan basri  - spirit of boarding my boarding school |2011-12-01 16:38:05
:) sebuah novel yg mengingat masa di waktu pembelajaran sy di pondok ini yaitu pondok modern gontor,,dengan ini saya sangat bangga,,,
putri Rahmawati  - amazing! |2011-11-16 10:17:49
sebuah novel perjuangan yang menggetarkan hati!
Mirza Liebe Andre  - seruuu.... |2011-04-21 12:59:36
:P <img src=ide:' title=':side:' class='postemoticon' />

Novel yg Penuh motivasi,,segera ditayangkan untuk film Negeri 5 Menara..ok,,

:lol:
syamsir okraindi  - Saluut.. |2011-02-07 20:05:32
N5M,,benar cerita yang membangkitkan semangat
apalagi latarnya,benar2 perjuangan seorang anak yang memang ingin maju,tapi tidak menentang keingginan orang tua...
selanjutnya
R3W...
uda AHMAD fUADI,,memang dilahirkan sebagi generasi penerus penulis besar Ranah Minang!
regard
Rang Mudo Bukik ON FB!
sifa  - Subhanallah |2011-02-06 05:35:31
Subhanallah, sungguh ceritanya mjd inspiratif bt anak2x muda yg mngejar mimpi&cita2x...Kpn bikn d film kan??? :lol:
syahru |2010-09-17 22:26:03
masyaallah

tour buku nya kpan d bukittinggi bang? :lol:
alfi |2010-08-06 14:39:13
saya bangga kpada mas fuadi karna telah mngharumkan nama bangsa
muhammad haikal razi |2010-08-06 12:13:37
semoga buku negri 5 menara ini dapat d filemkan





























































Asep  - man jadda wa jada |2010-07-21 14:03:57
Sangat menggugah sekali ceritanya,siapa pun bisa menjadi yang dia inginkan, status sosial, ekonomi ortu bkan mnjadi panghalan g buat kita bangkit dan menjadi apa yang kita inginkan, asal ada restu kedua orang tua dan niat baik kita.. Salut buat da fuad.. awak bangga samo uda, dan ranah minang bangga punyo penulis dan sastrawan seperti uda. Semoga sukses selalu buat uda ahmad fuadi n jangan lupa berkunjung lagi ke UNP padang ..
saepul sambas  - masuh belajar.... |2010-06-21 18:48:38
assalamualaikum

untuk bukunya terima kasih yah soalnya bagus,trus kapan2 bisa ke skul ppi 24 lagi terus semoga saya bisa terpilih dari film iru amiin...........
makasih yah mas bukunya

wasslam

hawin aulia  - "karena mimpi adalah do'a" |2009-11-01 09:27:40
saya bangga dan ingin mengucapkan ribuan terima kasih buat bang fuadi, terima kasih karna sudah mengingatkan kembali kita yg sempat lalai akan "petuah mantera" yg dahulu sering kita dendangkan di masa masih di PM, jujur,,,, ingin rasanya mata segera menumpahkan butiran2 bening air mata keharuan, jika mengingat kembali jasa2 pahlawan budi pekerti kita yg dl pernah mengajar kita...
sebuah novel yg inspiratif bagi pemuda yg menginginkan perubahan, dan juga pembaharuan niat "tajdiid anniyyat".
sebuah karya yg menyadarkan kita akan tingginya nilai2 keikhlasan yg suci...
Alhamdulillah , sy ikut bangga bangsa ini memiliki sebuah lembaga pendidikan yg bisa dan mampu mencetak pribadi2 unggul nan tangguh dan pantang menyerah...
sebuah gambaran akan pentingnya sebuah pendidikan moral yg di tanamkan ketika masa sekolah.
"bermimpilah,,, karna mimpi2mu adalah do'a dan harapanmu"
ulfia rachmah  - bravo k fuadi |2009-09-09 04:46:49
assalamu'alaikum

selamat utk k fuadi ats kesuksesannya..
semoga anak2 bangsa dpt terinspirasi dari karya k ini.
sedih belum bisa baca kesluruhannya, may nanti menunggu maba yg kan berguru ke negeri kinanah ini n_~. amin.
atau may k fuadi yg kan bersedia menjelajah bumi para nabi ini. sangat dinantikan kehdirannya.

wassalamu'alaikum
Diah Raharjo  - Detil Buku N 5 M |2009-08-25 07:27:27
Dear Mas Fuadi,

Buku ini ditulis dengan bahasa yang sederhana, sehingga bisa dibaca semua kalangan...Alhamdulillah anak dan Ibu saya telah membaca keseluruhan detilnya. Yang sangat berkesan bagi saya dalam detil tulisan novel ini adalah dialog-dialog antara Alif dan Amaknya....Inspiring untuk semua perempuan dalam mendidik putra-putrinya...sederhana dengan tutur-kata yang halus tapi mengandung kekuatan....Man Jadda Wajada..... Selamat....
adi afrina |2010-05-18 12:13:01
setelah baca jadi penengen lihat klo novel nya di bikini film nya...........

!joomlacomment 4.0 Copyright (C) 2009 Compojoom.com . All rights reserved."

Apa Kata Para Tokoh

andy-20noya-small2 Andy F. Noya, host talkshow KickAndy


“Kisah inspiratif dengan selipan humor khas pondok. Jarang ada novel yang bercerita tentang apa yang terjadi di balik sebuah pondok yang penuh teka -teki. Buku ini sarat dengan vitamin bagi jiwa kita.”

habibie-pemiluindonesiacom

BJ Habibie

"Novel yang berkisah tentang generasi muda bangsa ini penuh motivasi, bakat, semangat, dan optimisme untuk maju dan tidak kenal menyerah, merupakan pelajaran yang amat berharga bukan saja sebagai karya seni, tetapi juga tentang proses pendidikan dan pembudayaan untuk terciptanya sumberdaya insani yang handal."

Riri_riza_wikimedia.orgRiri Riza

" Masa remaja  selalu meninggalkan bekas yang kuat, penuh nostalgia.  Fuadi mengolah nostalgia menjadi novel yang menyentuh, sekaligus menjadi diskusi kritis sekaligus simpatik tentang pendidikan kehidupan. Negeri Lima Menara adalah kisah enam anak muda berbeda warna menembus pendidikan pesantren menuju dunia,  sebuah kisah yang menggelitik... "

hasanKH Hasan A. Sahal, Pimpinan Pondok Modern Gontor, Ponorogo

Novel ini bercerita bahwa ”pesantren kemasyarakatan” bebas mendidik anak bangsa dalam keislaman dan keilmuan. Alumninya dengan menumpang ”perahu moral” bisa melesat ke seantero bumi Sang Pencipta, untuk bermanfaat, bukan hanya dimanfaatkan. Semoga pembaca cerdas dan jujur menggali nilai-nilai fitri manusiawi darinya. Selamat menikmati.

farhan-krosceknews.comFarhan, Penyiar dan Pembawa Acara

Membaca mantera sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Seperti steroid untuk badan yang sudah remuk oleh usia, amphetamine untuk pikiran yang keruh oleh masalah dan antibiotik yang mengusir parasit-parasit yang melemahkan ! Aku terhenyak, terbangun dari peraduan, tempat membenamkan diri berpaling dari masalah, dengan alasan fatigue ! Bukan dengan amarah dendam tapi dengan semangat inspirasi untuk bangkit dan arif memandang tantangan.

liddle-voanews.comBill Liddle, profesor ilmu politik, Ohio State University, Columbus Ohio, AS

Pada masa Orde Baru, jutaan anak santri bermimpi dan berjuang untuk menjadi orang modern yang mampu hidup di mana-mana.  Melalui kisah enam teman sekelas di sebuah pondok modern yang terinspirasi kisah nyata, Fuadi berhasil menciptakan kembali ciri-ciri khas budaya masa itu, terutama kepercayaannya bahwa kunci sukses pribadi adalah kesungguhan dan keikhlasan.  Juga sesuai zamannya, tokoh-tokoh Fuadi sama sekali tidak mempersoalkan absahnya pemerintahan Suharto atau keyakinan mereka sendiri sebagai orang yang beragama.  Novel ini perlu dibaca oleh setiap orang, baik Muslim maupun non-Muslim, yang ingin mengerti fondasi budaya kelas menengah zaman Reformasi.

helvy-facebookHelvy Tiana Rosa, Sastrawan dan Dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNJ

Novel ini antara lain bertutur tentang hubungan yang menyentuh antara anak dan ibu serta murid dan guru. Akhirnya kita yakin haqqul yakin, bahwa kombinasi patuh kepada ibu, hormat kepada guru dan usaha pantang menyerah adalah rumus sukses yang tak terlawankan. Berbahagialah para ibu yang telah membawa beragam keajaiban dan kemungkinan buat anaknya. Layak dibaca para ibu yang bermimpi membesarkan anak-anak terbaik.

Komentar tokoh lain bisa dilihat di menu "Apa Kata Para Tokoh"

Login Form
Statistik
Content View Hits : 498011