Selamat Datang di Negeri 5 Menara

Silakan Intip Syuting Film N5M


bppmProses syuting film Negeri 5 Menara yang berlangsung 40 hari telah dilaksanakan di 4 tempat: Pondok Modern Gontor, Danau Maninjau Sumatera Barat, Bandung dan terakhir di London, Inggris. Saat ini sedang berlangsung proses editing dan pembuatan soundtrack. Kalau tidak aral melintang, film akan ditayangkan awal tahun 2012.

Penasaran dengan filmnya? Silakan intip beberapa video proses syuting yang sudah dilakukan. Tinggal klik saja link ke youtube ini:

http://www.youtube.com/user/FilmNegeri5Menara

 

 

Last Updated ( Saturday, 10 December 2011 06:00 )

 

Kelas Baru Sekolah Dhuafa Komunitas Menara

paud_kelas_baru

PAUD Komunitas Menara yang dikhususkan untuk penanaman karakter sejak dini bagi kalangan yang kurang mampu, kembali membuka kelas baru. Seperti kelas yang pertama, para relawan dan pengurus mendatangi semua rumah calon murid untuk memastikan mereka adalah orang yang paling membutuhkan. Sebagai informasi, tidak ada pungutan biaya untuk sekolah di PAUD ini. Bahkan seragam, alat sekolah dan makanan sehat disediakan antara lain atas kebaikan para relawan dan donatur.

Karena keterbatasan tempat, terpaksa ada peminat yang belum bisa diterima. Saat ini PAUD ini mempunyai 2 kelas dengan jumlah murid 37 anak, 5 orang guru, dan beberapa orang relawan. Selain sekolah, PAUD ini juga membuka Taman Baca setiap hari Sabtu pagi.

Sekolah dan taman bacaan ini berada di belakang Bintaro Sektor 3, tepatnya di Jl. Beruang II no 69, Tangerang Selatan, depan SMPN 13 Tangerang Selatan. Saat ini kegiatan belajar hari Senin, Rabu dan Jumat dari jam 8-10 pagi.

Kalau tertarik untuk ikut menjadi relawan, silakan kirim email ke This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it . Sedangkan kalau berminat membantu sebagai donor, donasi bisa dikirim ke nomor Rekening Komunitas Menara:

Bank Mandiri, KK Tangerang, Pondok Cabe Mutiara

an.  Yayasan Komunitas Menara

No 164000 00 41600

Info lebih lanjut bisa menghubungi Mas Sinwani di 0815811292749

(Catatan penting: Mohon donasi tidak dalam bentuk zakat, karena kami tidak ikut menyalurkan zakat. Mohon konfirmasi setiap pengiriman donasi ke email  This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it untuk data pembukuan kami. Terima kasih )

Last Updated ( Thursday, 27 October 2011 19:19 )

 

"The Land of Five Towers" Diluncurkan di Ubud

Five_Towers_cover_kuning_hal_1Setelah sukses dengan Negeri 5 Menara edisi Indonesia dan Malaysia, novel laris ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris oleh Angie Kilbane dengan judul "The Land of Five Towers". Buku yang diperuntukkan untuk pembaca internasional ini diluncurkan dalam sebuah festival buku bergengsi, Ubud Writers dan Readers Festifal di Ubud pada awal Oktober 2011. Acara ini mendapat sambutan yang baik dan cetakanpertama edisi Inggris ini cepat habis.

 

 

 

 

 

Last Updated ( Thursday, 27 October 2011 19:44 )

 

London, Lokasi Syuting N5M Terakhir

Shooting_N5M-di-London
Seperti di dalam novel, maka London dipilih sebagai lokasi syuting terakhir untuk memperlihatkan para anggota Sahibul Menara reuni di Trafalgar Square, London. Para pemeran Sahibul Menara dewasa seperti Aryo Wahab (Alif) dan Udjo (Atang) meneriakkan "man jadda wajada" dengan kencang di tengah keriuhan Trafalgar Square yang berada di jantung kota London, Inggris. Inilah simbol impian yang bisa jadi nyata kalau dibela dengan spirit man jadda wajada dan doa yang terus menerus.

Last Updated ( Thursday, 27 October 2011 18:38 )

 

A. Fuadi Raih Liputan6 Award SCTV

vid-sctv_award2Pada bulan Mei 2011, Ahmad Fuadi yang sedang berada di Moskow, Rusia mendapatkan kabar baik dari tanah air. Liputan6 Award, SCTV memberinya penghargaan untuk kategori "Pendidikan dan Motivasi". Penulis trilogi Negeri 5 Menara dan pendiri Yayasan Komunitas Menara ini dari Moskow menitipkan pesan untuk dibacakan oleh A. Dhahnial yang mewakilinya di malam penganugerahan itu. "Terima kasih untuk award ini dan semoga ini membawa manfaat yang semakin luas," ungkapnya.
 

Merekam Keindahan Danau Maninjau

LuluTobing-ceritamuTahap syuting film N5M dilanjutkan di Danau Maninjau, Sumatera Barat. Nagari Bayur yang terletak di pinggir danau yang permai ini adalah kampung Alif, dan juga kampung penulis novel N5M, Ahmad Fuadi. Untuk menggambarkan suasana tahun 80-an, kru mencari sebuah rumah kayu di pinggir danau dan mendatangkan sebuah bus Harmonis tua. Setelah selesai di Maninjau, syuting dilanjutkan di Embun Pagi, Matur untuk scene Pasar Ternak. Terakhir, pengambilan gambar diadakan di Bukittinggi.

danau-maninjau

 

 

 

 


Last Updated ( Thursday, 27 October 2011 18:16 )

 

Syuting 1 Bulan di Gontor

Selama 1 bulan penuh, selama bulan puasa, diadakan syuting film Negeri 5 Menara di Pondok Modern Gontor, Ponorogo. Gontor adalah inspirasi dari Pondok Madani yang ada di novel. Penulis novel, Ahmad Fuadi memang pernah menuntut ilmu di Gontor pada tahun 1988-1992. "Bagi saya, pengalaman belajar di Gontor adalah salah satu pengalaman belajar paling inspiratif sepanjang hidup saya, " kata mantan wartawan Tempo yang pernah bertugas di Washington DC ini.

Kurang lebih 150 orang kru bekerja dengan ribuan figuran dari Gontor dan Ponorogo dari pagi sampai malam untuk menyelesaikan jadwal syuting. Salah satu alasan syuting selama puasa, karena ini adalah masa libur kebanyakan dari 4000 orang siswa. Walaupun begitu, selama libur masih ada hampir 1000 orang siswa kelas akhir dan ustad yang tinggal dan bertugas menjaga pondok.

layarbesartumbl

Last Updated ( Thursday, 27 October 2011 18:39 )

 

Film N5M Segera Syuting di Indonesia dan Inggris

press_confFilm "Negeri 5 Menara" yang diadaptasi dari novel laris karya Ahmad Fuadi memulai pengambilan gambar Agustus 2011. Syuting akan diadakan di Indonesia dan di Inggris. Di Indonesia akan dimulai di Pondok Modern Gontor, Ponorogo, yang merupakan almamater Fuadi.

"Kemudian syuting tahap dua akan dilaksanakan di kota Bandung setelah Lebaran. Berikutnya akan diambil di Bukittinggi dan Danau Maninjau, Sumatera Barat. Kemudian yang terakhir akan diambil langsung di kota London, Inggris," kata sutradara film itu Affandi Abdul Rachman dalam acara syukuran sebelum syuting di Planet Hollywood Jakarta, akhir Juli 2011

Para pemainnya dipilih bintang-bintang yang masih muda seperti Doni Alamsyah, Andhika Pratama, David Chalik, Inez Tagor, Mario Irwinsyah hingga pendatang baru seperti Eriska Rein dan Merayni Fauziah.

Last Updated ( Thursday, 27 October 2011 17:37 )

Read more...

 

Sekolah Gratis "Komunitas Menara" Butuh Relawan

paud_dlm_kelasSetelah beberapa bulan para relawan "Komunitas Menara" bekerja, Sekolah Anak Usia Dini (PAUD) Gratis Komunitas Menara akhirnya dibuka pada tanggal 7 Februari lalu. PAUD ini adalah sumbangan dari para pembeli novel Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna, karena dari setiap pembelian novel, ada dana yang masuk ke yayasan Komunitas Menara.

Saat ini kami perlu bantuan relawan yang tinggal di daerah Bintaro untuk ikut mendampingi guru utama dan menjaga taman bacaan. Jadwal untuk mendampingi guru mengajar anak-anak adalah setiap hari Senin, Rabu dan Jumat jam 8-11 pagi. Sedangkan jadwal untuk menjaga perpustakaan adalah hari Sabtu jam 9.30-12. Silakan pilih waktu yang sesuai dengan jadwal Anda. Kalau tertarik dan punya waktu jadi relawan, silakan kirim nama, alamat, pekerjaan dan jadwal yang cocok ke alamat email : This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it . Relawan yang dianggap cocok akan dihubungi.

Sekolah dan taman bacaan ini berada di belakang Bintaro Sektor 3, tepatnya di Jl. Beruang II no 69, Tangerang Selatan, depan SMPN 13 Tangerang Selatan. Saat ini kegiatan belajar hari Senin, Rabu dan Jumat dari jam 8-10 pagi.

Karena keterbatasan tempat dan tenaga, untuk angkatan pertama sekolah ini hanya akan merekrut maksimal 30 murid. Seiring dengan kemampuan dan dukungan relawan, sekolah ini nanti akan dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Kalau Anda ingin ikut membantu pendidikan generasi penerus bangsa, silakan bergabung dengan Komunitas Menara sebagai relawan. Setiap orang bisa membantu dengan cara masing-masing, bisa dengan waktu, alat, skill, bahkan juga doa. Saat ini bantuan dari para relawan yang dibutuhkan adalah pengumpulan buku untuk anak pra sekolah, pengumpulan mainan bekas, admin dan webmaster website, petugas perpustakaan, keuangan, tim fundraising dan lain-lain.

paud_muka

Bagaimana Cara Bergabung dengan Komunitas Menara?

Komunitas Menara (KM) adalah sebuah yayasan sosial yang bercita-cita ingin memajukan pendidikan anak bangsa, khususnya yang kurang mampu. Motto KM adalah "Mari Ikhlas Berbagi". Kegiatannya dimulai dari hal yang kecil-kecil untuk kemudian menjadi sebuah gerakan sosial yang luas. Kegiatannya bertumpu pada dukungan dari para relawan dan siapa saja yang tertarik membantu pendidikan Indonesia. Komunitas Menara berawal dari keinginan untuk bermanfaat buat sebanyak mungkin orang.

Kegiatan yang sudah dilakukan oleh Komunitas Menara antara lain pendirian sekolah gratis untuk masyarakat kurang mampu di Tangerang Selatan, pembangunan kembali PAUD (pre-school) korban gempa di Pariaman bersama Al-Azhar Peduli dan GPU, beasiswa, serta workshop inspirasi Man Jadda Wajada oleh A. Fuadi bagi para pendidik di beberapa tempat di Indonesia. Komunitas ini didirikan oleh A. Fuadi, penulis novel Negeri 5 Menara dan istrinya, Danya Dewanti.

Dalam kegiatannya, Komunitas Menara mengharapkan bantuan dari relawan. Relawan adalah orang yang percaya dengan misi Komunitas Menara dan terpanggil dari dalam hati untuk membantu tanpa pamrih, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

wide_baru_selesaiJika Anda merasa cocok dengan misi dan program KM, silakan mendaftar menjadi relawan. Bagaimana caranya? Cukup isi formulir ini. Jika ada kesulitan mengisi form online ini, silakan kirim data Anda ke email This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it .  Data yang dikirimkan sama dengan yang ada di form online. Untuk mengikuti update kegiatan lain, silakan addakun facebook Komunitas Menara

Kalau punya kelebihan rezeki, donasi bisa dikirim ke nomor Rekening Komunitas Menara:

Bank Mandiri, KK Tangerang, Pondok Cabe Mutiara

an.  Yayasan Komunitas Menara

No 164000 00 41600

Info lebih lanjut bisa menghubungi Mas Sinwani di 0815811292749

(Catatan penting: Mohon donasi tidak dalam bentuk zakat, karena kami tidak ikut menyalurkan zakat. Mohon konfirmasi setiap pengiriman donasi ke email This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it untuk data pembukuan kami. Terima kasih )


Last Updated ( Tuesday, 05 July 2011 11:07 )

 

Ranah 3 Warna beredar 23 Januari

shop-R3W-sfSMS

Ranah 3 Warna, buku ke-2 dari trilogi Negeri 5 Menara sudah beredar pada tanggal 23 Januari 2011 di seluruh toko buku di Indonesia. Buku juga bisa dipesan (preorder) secara online di www.gramediashop dan www.gramedia.com.

Sinopsis:

Alif baru saja tamat dari Pondok Madani. Dia bahkan sudah bisa bermimpi dalam bahasa Arab dan Inggris. Impiannya? Tinggi betul. Ingin belajar teknologi tinggi di Bandung seperti Habibie, lalu merantau sampai ke Amerika.

Dengan semangat menggelegak dia pulang ke Maninjau dan tak sabar ingin segera kuliah. Namun kawan karibnya, Randai, meragukan dia mampu lulus UMPTN. Lalu dia sadar, ada satu hal penting yang dia tidak punya. Ijazah SMA. Bagaimana mungkin mengejar semua cita-cita tinggi tadi tanpa ijazah?

Terinspirasi semangat tim dinamit Denmark, dia mendobrak rintangan berat. Baru saja dia bisa tersenyum, badai masalah menggempurnya silih berganti tanpa ampun. Alif letih dan mulai bertanya-tanya: “Sampai kapan aku harus teguh bersabar menghadapi semua cobaan hidup ini?” Hampir saja dia menyerah.

Rupanya “mantra” man jadda wajada saja tidak cukup sakti dalam memenangkan hidup. Alif teringat “mantra” kedua yang diajarkan di Pondok Madani: man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Berbekal kedua mantra itu dia songsong badai hidup satu persatu. Bisakah dia memenangkan semua impiannya?

Last Updated ( Tuesday, 01 February 2011 13:42 )

Read more...

 

N5M Raih Anugerah Pembaca Indonesia 2010

award_pembaca-kecilNegeri 5 Menara dan A. Fuadi menerima penghargaan sebagai Buku dan Penulis Fiksi Terfavorit 2010 dari Anugerah Pembaca Indonesia pada bulan Desember 2010. Penghargaan ini berdasarkan pilihan dari 7.629 pembaca yang mengikuti polling di internet.

Goodreads Indonesia mengadakan Anugerah Pembaca Indonesia 2010 sebagai bagian dari rangkaian acara Festival Pembaca Indonesia, yang kali pertama diadakan di negara ini.

 Selama bulan September–Oktober 2010, panitia menyeleksi lebih dari 12.000 buku hasil karya penulis Indonesia yang terdata dalam pangkalan data goodreads.com yang terbit sejak 2009–2010 (untuk kategori buku Fiksi dan Non-Fiksi) dan sejak 2008–2010 (untuk kategori buku Puisi dan Komik Indonesia).

 Polling dibuka sejak 3–30 November 2010 dan selama polling panitia Anugerah Pembaca Indonesia menerima total 7.629 suara pembaca yang ikut ambil bagian ikut memilih 10 buku di setiap kategori (Fiksi, Non-Fiksi, Puisi, dan Komik, serta Sampul Buku).

Hasil Shortlist Polling Anugerah Pembaca Indonesia 2010

Jumlah total suara pembaca (N)= 7.629 suara.

Kategori Buku & Penulis Fiksi Terfavorit

Negeri Lima Menara, karya Ahmad Fuadi (32% suara)
, Perahu Kertas, karya Dewi Lestari (27% suara), 
Padang Bulan dan Cinta dalam Gelas, karya Andrea Hirata (17% suara)
, Negeri Van Oranje, karya Wahjuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, dan
Rizki Pandu Permana (14% suara), 
Galaksi Kinanti, karya Tasaro GK (10% suara)

Last Updated ( Thursday, 06 January 2011 06:12 )

 

<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Page 1 of 2

Apa Kata Para Tokoh

andy-20noya-small2 Andy F. Noya, host talkshow KickAndy


“Kisah inspiratif dengan selipan humor khas pondok. Jarang ada novel yang bercerita tentang apa yang terjadi di balik sebuah pondok yang penuh teka -teki. Buku ini sarat dengan vitamin bagi jiwa kita.”

habibie-pemiluindonesiacom

BJ Habibie

"Novel yang berkisah tentang generasi muda bangsa ini penuh motivasi, bakat, semangat, dan optimisme untuk maju dan tidak kenal menyerah, merupakan pelajaran yang amat berharga bukan saja sebagai karya seni, tetapi juga tentang proses pendidikan dan pembudayaan untuk terciptanya sumberdaya insani yang handal."

Riri_riza_wikimedia.orgRiri Riza

" Masa remaja  selalu meninggalkan bekas yang kuat, penuh nostalgia.  Fuadi mengolah nostalgia menjadi novel yang menyentuh, sekaligus menjadi diskusi kritis sekaligus simpatik tentang pendidikan kehidupan. Negeri Lima Menara adalah kisah enam anak muda berbeda warna menembus pendidikan pesantren menuju dunia,  sebuah kisah yang menggelitik... "

hasanKH Hasan A. Sahal, Pimpinan Pondok Modern Gontor, Ponorogo

Novel ini bercerita bahwa ”pesantren kemasyarakatan” bebas mendidik anak bangsa dalam keislaman dan keilmuan. Alumninya dengan menumpang ”perahu moral” bisa melesat ke seantero bumi Sang Pencipta, untuk bermanfaat, bukan hanya dimanfaatkan. Semoga pembaca cerdas dan jujur menggali nilai-nilai fitri manusiawi darinya. Selamat menikmati.

farhan-krosceknews.comFarhan, Penyiar dan Pembawa Acara

Membaca mantera sakti man jadda wa jada. Siapa yang bersungguh-sungguh pasti sukses. Seperti steroid untuk badan yang sudah remuk oleh usia, amphetamine untuk pikiran yang keruh oleh masalah dan antibiotik yang mengusir parasit-parasit yang melemahkan ! Aku terhenyak, terbangun dari peraduan, tempat membenamkan diri berpaling dari masalah, dengan alasan fatigue ! Bukan dengan amarah dendam tapi dengan semangat inspirasi untuk bangkit dan arif memandang tantangan.

liddle-voanews.comBill Liddle, profesor ilmu politik, Ohio State University, Columbus Ohio, AS

Pada masa Orde Baru, jutaan anak santri bermimpi dan berjuang untuk menjadi orang modern yang mampu hidup di mana-mana.  Melalui kisah enam teman sekelas di sebuah pondok modern yang terinspirasi kisah nyata, Fuadi berhasil menciptakan kembali ciri-ciri khas budaya masa itu, terutama kepercayaannya bahwa kunci sukses pribadi adalah kesungguhan dan keikhlasan.  Juga sesuai zamannya, tokoh-tokoh Fuadi sama sekali tidak mempersoalkan absahnya pemerintahan Suharto atau keyakinan mereka sendiri sebagai orang yang beragama.  Novel ini perlu dibaca oleh setiap orang, baik Muslim maupun non-Muslim, yang ingin mengerti fondasi budaya kelas menengah zaman Reformasi.

helvy-facebookHelvy Tiana Rosa, Sastrawan dan Dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNJ

Novel ini antara lain bertutur tentang hubungan yang menyentuh antara anak dan ibu serta murid dan guru. Akhirnya kita yakin haqqul yakin, bahwa kombinasi patuh kepada ibu, hormat kepada guru dan usaha pantang menyerah adalah rumus sukses yang tak terlawankan. Berbahagialah para ibu yang telah membawa beragam keajaiban dan kemungkinan buat anaknya. Layak dibaca para ibu yang bermimpi membesarkan anak-anak terbaik.

Komentar tokoh lain bisa dilihat di menu "Apa Kata Para Tokoh"

Login Form
Who's Online
We have 156 guests online
Statistik
Content View Hits : 769306